Wartain.com || Insiden korsleting listrik terjadi di GOR Dojo Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat berlangsungnya kegiatan Porismas (Pekan Olahraga Integrasi Siswa dan Masyarakat) 2026.
Akibat kejadian itu, suasana di dalam gedung olahraga sempat gelap total. Sejumlah atlet dan peserta yang berada di lokasi memilih membubarkan diri, sementara petugas melakukan penanganan untuk memastikan kondisi aman.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Sukabumi, Dadi Kusmawandi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari pengelola GOR dan pihak Setukpa terkait adanya percikan api yang diduga berasal dari korsleting listrik.
“Laporan dari pihak Secapa (Setukpa) juga dari pengelola GOR Dojo-nya. Kebetulan saya kenal dan dia nelepon ke saya, Japri. Bahwa di GOR Dojo terjadi ada percikan api yang disebabkan oleh korsleting listrik,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah lebih dulu berhasil dipadamkan oleh pihak internal Setukpa menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Iya ke lokasi dan dipadaminnya pake APAR,” katanya.
Meski api telah padam, Damkar tetap melakukan pengecekan lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya percikan api susulan.
“Antisipasi dikarenakan takut nyala lagi, makanya menerjunkan Damkar sama anggota ke sana. Takutnya misalkan nyala lagi, tapi alhamdulillah udah aman sih,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui sumber masalah berasal dari kerusakan pada Miniature Circuit Breaker (MCB) yang memicu arus pendek.
“Cuman korsleting dari MCB atau bensernya aja,” sebutnya.
Dadi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik, terutama akibat penggunaan daya yang berlebihan. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi instalasi listrik tetap aman dan mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan.
“Masyarakat harus hati-hati apabila misalkan menggunakan listrik terlalu berlebihan bebannya karena akan bisa menyebabkan terjadinya panas sehingga akan terjadi korsleting listrik. Jadi misalkan kalau masyarakat umum misalkan keluar rumah, dicek dulu peralatan-peralatan elektroniknya,” jelasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
