Wartain.com || Pengamat sepak bola Riphan Pradipta menilai langkah Persib mendatangkan pemain berpengalaman seperti Kurzawa sebagai keputusan yang sangat positif.
Ia melihat kehadiran bek asal Prancis tersebut sesuai dengan kebutuhan tim sekaligus memberi nilai tambah di luar aspek teknis.
“Selain karena memang butuh pemain bek kiri kekuatan kaki kiri, dan bisa center bek. Secara reputasi Kurzawa reputasi eropa, pernah memperkuat timnas Prancis, di PSG main dengan Neymar dan bintang-bintang besar lainnya,” ujar Riphan, Minggu, 25/01/2026.
Kurzawa dikenal sebagai pemain yang lama berkiprah di Paris Saint-Germain. Dalam perjalanan kariernya, pemain berusia 33 tahun itu juga sempat menjalani masa peminjaman bersama Fulham FC di Inggris, sebelum terakhir memperkuat Boavista FC yang berkompetisi di Portugal.
“Pemain yang datang dengan reputasi dunia ke Persib, tentunya akan bagus untuk Persib secara tim dan secara branding Persib dikenal di luar negeri,” kata Riphan.
Menurut Riphan, kehadiran Kurzawa membawa dampak langsung terhadap citra Persib sebagai klub yang mampu mendatangkan pemain dengan nama besar.
Ia mencontohkan bagaimana persepsi lawan bisa berubah ketika mengetahui Persib diperkuat pemain dengan latar belakang PSG.
“Kata Ratchaburi di Persib ada Kurzawa yang pemain PSG, itu sangat penting untuk membuat statement di Asia, bahwa ada tim dari Indonesia bisa membeli Kurzawa,” ujar dia.
Kondisi tersebut menurutnya menjadi sinyal bahwa Persib memiliki kesiapan serius untuk bersaing, baik di level domestik maupun di kompetisi Asia.
“Dengan bergabungnya Kurzawa, lebih dari teknik dan taktik tapi ini ada lah sikap dari hawar-hawar Persib ke tim lain, ini tim besar dan menunjukan kesiapan Persib untuk meraih prestasi di dua kompetisi,” katanya.
Riphan menilai Kurzawa bisa disebut sebagai pemain berlevel dunia, meski tetap perlu memperhatikan riwayat kebugarannya. Namun ia menilai untuk kebutuhan Liga Indonesia dan ACL-2, kondisi Kurzawa masih sangat memadai.
“Tapi kalau untuk Liga Indonesia dan ACL 2 oke lah, Kurzawa ini, meski kondisinya tak terlalu fit. Dulu juga Persib pernah kedatangan Marcos Flores yang tidak terlalu fit tapi untuk liga Indonesia masih jago saja,” tuturnya.
Ia kemudian mengingatkan bahwa Persib sebelumnya juga pernah mendatangkan pemain bintang dengan kondisi fisik yang beragam, seperti Marcos Flores, Carlton Cole, hingga Michael Essien.
“Tapi untuk Kurzawa pasti masih bisa diandalkan karena secara posisi dia bisa membatu, bek kiri bek tengah seperti Barba sekarang, dan sayap kiri di depan,” kata Riphan.
Kedatangan Kurzawa juga dianggap memberi solusi atas posisi yang sebelumnya ditinggalkan Rezaldi dan Hamra. Riphan menilai kelebihan Kurzawa yang bisa bermain di beberapa posisi menjadi keuntungan tersendiri.
“Selain menambah secara posisi karena bisa ditiga posisi, tapi dia juga nambah mentalitas tim. Main dengan pemain jago, pasti menambah percaya diri merasa aman kepada pemain lain. Jadi bukan secara teknis secara mental juga pemain bintang itu sangat membantu performance,” katanya.
Ia menambahkan, meski sebelumnya Federico Barba bisa mengisi posisi bek kiri, kehadiran Kurzawa menciptakan dinamika persaingan yang sehat di lini belakang.
“Untuk mentalitas persaingan di belakang jadi bagus,” kata dia.
Ia menilai kehadiran Kurzawa menjawab salah satu kebutuhan penting Persib. Selain itu, opsi lain yang terbuka adalah kemungkinan Eliano dimainkan sebagai gelandang jika dibutuhkan.
“Dengan adanya Kurzawa terjawab satu, satu lagi ada hal yang penting, memungkinkan Eliano bermain di gelandang ketika gelandang butuh orang, katakanlah jika Pelupessy tidak jadi gabung, Eliano bisa fokus di gelandang,” kata dia.
Menurut Riphan, Kurzawa memberi banyak alternatif bagi Persib. Eliano bisa digeser ke lini tengah, Barba mendapat tantangan baru, dan persaingan internal menjadi lebih hidup.
“Untuk Persib, Bojan, atau Bobotoh, jadi lebih tenang. Kurzawa di Kiri, Barba di tengah, kanan Putros. Jadi ini sinyal yang cukup baik untuk Bobotoh untuk mengarungi putaran dua dan ACL-2,” ucap dia.
Riphan menilai Persib akan semakin kuat jika masih mampu mendatangkan satu atau dua pemain dengan level setara Kurzawa, Haye, atau Barba. Menurutnya, kebutuhan utama ada di posisi gelandang bertahan dan penyerang.
“Yang paling diperlukan kalau menurut saya di gelandang bertahan dan striker, tapi jika pun tak ada striker baru, yang ada sekarang aman-aman juga, kita tahu dedikasi Ramon Tanque dan Andrew Jung,” katanya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
