Wartain.com || Kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam satu tahun terakhir mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Lembaga Indikator Politik Indonesia yang dirilis baru-baru ini, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan KDM mencapai angka fantastis, yakni 95,5%.
Survei yang dilakukan pada periode 30 Januari hingga 8 Februari 2026 ini melibatkan 800 responden yang tersebar di pedesaan pada 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan mayoritas warga merasa sangat puas dengan arah pembangunan provinsi di bawah kendali KDM.
Pendiri dan peneliti indikator, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa tingginya angka kepuasan ini tidak lepas dari efektivitas eksekusi kebijakan di lapangan sejak hari pertama menjabat.
“Ini menandakan bahwa gebrakan-gebrakan di awal masa jabatan Dedi Mulyadi pascaplantikan tidak hanya mendapatkan antusias yang sangat tinggi dari warga Jawa Barat, tapi evaluasi atas pelaksanaannya mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi selama hampir satu tahun masa jabatan,” ujar Burhanuddin Senin (16/2/2026).
Salah satu program yang paling disoroti warga adalah kebijakan penghapusan denda dan tunggakan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga secara cerdas menambah basis wajib pajak baru hingga 1,4 juta orang.
Infrastruktur dan Efisiensi Anggaran Selain kebijakan pajak, KDM dinilai berhasil dalam melakukan akselerasi infrastruktur dasar.
Fokus pada perbaikan jalan, penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga program pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu menjadi faktor kunci tingginya kepercayaan publik. Menariknya, prestasi ini dicapai di tengah tantangan ekonomi makro. KDM menerapkan strategi efisiensi anggaran dengan memangkas belanja yang kurang prioritas dan mengalihkannya ke sektor yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Hasilnya pun tercermin dalam angka makro ekonomi.
“Menurut catatan BPS, dalam situasi yang sangat tertekan akibat dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tersebut, Jawa Barat menunjukkan performa perekonomian yang lebih baik dibanding rata-rata nasional di tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8%, di atas nasional,” tambah Burhanuddin.
Kesimpulannya Burhanudin menambahkan persepsi warga Jabar terhadap kondisi perekonomian cendrung lebih positif ketimbang apa yang di rasakan warga nasional secara umum.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Sule)
