Wartain.com || Tidak bisa dipungkiri, Layvin Kurzawa pernah menyentuh langit sepak bola dunia dengan nilai pasar fantastis saat masa jayanya berseragam Paris Saint-Germain. Kala itu, ia adalah salah satu bek kiri elite yang disegani di benua biru.
Namun, hukum alam sepak bola berlaku bagi siapa saja; seiring berjalannya waktu, dinamika kompetisi, faktor usia, dan minimnya menit bermain perlahan menggerus nominal harganya di bursa transfer. Kini, Persib Bandung bukan hanya menjadi pelabuhan baru, melainkan panggung pembuktian bahwa sang pemain Prancis belum habis dan siap menulis babak baru dalam karier panjangnya.
Bagi Bobotoh, angka di atas kertas hanyalah statistik, karena “kelas” adalah sesuatu yang permanen. Pengalaman Kurzawa berlatih dan bermain bersama megabintang selevel Neymar atau Mbappe adalah aset tak ternilai yang kini dimilikinya untuk membantu Pangeran Biru.
Dengan segudang jam terbang di level tertinggi Eropa, ekspektasi publik tentu ingin melihat apakah sentuhan, visi, dan mentalitas juaranya masih cukup tajam untuk mendominasi sisi kiri Liga 1 musim ini.
Uang bisa dicari, tapi pengalaman Eropa Kurzawa adalah senjata yang diharapkan bisa membawa dampak instan bagi Persib.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
