Wartain.com || Sebanyak 16 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Sukabumi resmi memasuki masa purnabakti per 1 Juli 2025. Momen penghargaan atas pengabdian puluhan tahun ini dikemas dalam prosesi pelepasan yang berlangsung hangat dan penuh makna, dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki di Ruang Utama Sekretariat Daerah, Senin (30/6).
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Sukabumi, Kepala BKPSDM dan jajaran, Kabid Kepegawaian, Staf Ahli Wali Kota, serta perwakilan dari Bank BJB yang turut memberikan dukungan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada para aparatur yang telah mendedikasikan diri untuk membangun Kota Sukabumi dari balik layar birokrasi.
“Tak mudah menjaga semangat, disiplin, dan integritas di tengah tuntutan yang terus berkembang. Tapi Bapak dan Ibu telah membuktikan bahwa loyalitas dan komitmen tidak lekang oleh waktu,” ucap Ayep.
Ia menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan transisi menuju peran baru yang lebih sosial dan reflektif di tengah masyarakat. “Selama kita masih diberi kesehatan dan kesempatan, kita tetap dibutuhkan. Bahkan justru saat pensiunlah, pengalaman dan kebijaksanaan Anda bisa menjadi cahaya di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sebagai mantan guru yang juga pernah melewati masa pensiun dari dunia pendidikan, Ayep mengaku memahami betul dinamika psikologis para purnabakti. Ia menyampaikan bahwa kontribusi tidak selalu harus dalam bentuk formal atau struktural, namun bisa hadir lewat teladan, nasihat, atau kehadiran yang menenangkan.
Di hadapan para purnabakti, Ayep juga menyentil pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah mandat publik, yang harus digunakan secara bijak dan adil.
“APBD itu titipan rakyat. Maka jangan pernah lelah mengingatkan generasi penerus agar tidak terjebak pada kekuasaan, tapi selalu berpijak pada amanah,” tegasnya.
Wali Kota Ayep mengajak para pensiunan untuk terus menjadi figur inspiratif dan sumber nilai di tengah masyarakat. Ia berharap mereka bisa menjaga semangat kolaborasi dan tetap menjadi bagian dari pembangunan Kota Sukabumi, meski tidak lagi berkantor setiap hari.
“Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru Anda sekarang bisa jadi pemandu arah, penjaga moral, dan penguat komunitas. Saya percaya, Kota Sukabumi akan terus tumbuh jika kita tetap berjalan bersama,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota menyampaikan doa dan harapan agar para purnabakti senantiasa diberi kesehatan, ketenangan, dan keberkahan dalam menjalani masa pensiun. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan sisa masa jabatan dengan meninggalkan warisan kebijakan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Cita-cita saya jelas: tidak ada warga Sukabumi yang tertinggal, tidak ada yang dibiarkan hidup dalam ketidakadilan. Mari kita bangun Sukabumi bukan hanya dari bangunan, tetapi dari nilai, solidaritas, dan kemanusiaan,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
