Wartain.com || Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/4/2026) malam menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di ruas Jalan Provinsi Jampangtengah–Lengkong. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan berdampak pada terganggunya arus lalu lintas secara total.
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, longsor terjadi di empat titik, tepatnya di Kampung Bungur dan Tanjakan Dayang. Material longsoran dengan panjang sekitar 50 meter dan tinggi mencapai 2 meter menutup badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Meski demikian, kondisi cuaca pada Minggu (19/4/2026) pagi dilaporkan cerah dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celsius, arah angin dari tenggara dengan kecepatan 4,2 km/jam, serta kelembaban udara mencapai 82 persen.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan langkah-langkah pemantauan dan mitigasi guna mengantisipasi potensi bencana susulan. Pemantauan dilakukan melalui berbagai saluran, di antaranya komunikasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) melalui grup WhatsApp, media sosial, serta jaringan radio Ratel.
Selain itu, BPBD juga memanfaatkan aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSafe, dan InaWare BNPB untuk mengidentifikasi titik-titik rawan bencana. Informasi peringatan dini cuaca dan gempa bumi turut dipantau melalui BMKG serta sistem Warning Receiver System (WRS).
Petugas piket Pusdalops yang bertugas hari ini terdiri dari Baetal Ma’mur selaku koordinator, Norman Suryana (data dan informasi), serta tim Unit Reaksi Cepat (URC) yakni Yosef Ramdani, Hendra Gunawan, Alfan M. Zulki, dan Yanto Prayitno. Dalam mendukung kegiatan operasional, BPBD Kabupaten Sukabumi menyiapkan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit kendaraan roda empat, satu unit chainsaw, dan satu unit pompa air (alkon).
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan longsor, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat agar dapat ditangani dengan cepat oleh petugas.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
