26.7 C
Jakarta
Selasa, April 28, 2026

Latest Posts

Menghidupkan Cinta: Mari Kita Renungkan Bersama dengan Terang Hati dan Jernih Jiwa, Siapa Tuhan yang Dilupakan Itu?

Oleh : Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Tuhan yang dilupakan bukan berarti Tuhan itu tidak ada,
melainkan kesadaran manusia akan Tuhan yang sejati telah pudar.

Ia bukan sosok yang absen, melainkan yang tertutup oleh debu kealpaan dan selimut ego.

Tuhan yang dilupakan adalah:
Tuhan Yang Mahakasih,
yang menciptakan manusia karena cinta, bukan karena murka.

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Ku (beribadah kepada-Ku).”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

“Sesungguhnya Aku adalah harta tersembunyi, lalu Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan makhluk.”
(Hadis Qudsi)

Tuhan yang tidak bisa dimiliki oleh satu golongan, tidak bisa diklaim eksklusif oleh satu agama, mazhab, atau otoritas.

“Kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 115)

Tuhan yang dekat, yang lebih dekat dari urat leher, bukan Tuhan yang dijauhkan oleh dogma, perantara, dan sistem keagamaan yang kaku.

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Qaf: 16)

Ia adalah Tuhan yang hidup dalam kesadaranmu, bukan Tuhan versi penguasa, bukan Tuhan dalam wacana kosong yang kehilangan ruh.

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan: kalimat yang baik seperti pohon yang baik…”
(QS. Ibrahim: 24)

Kalimat itu—adalah kesadaran, bukan sekadar bacaan.
Tuhannya Muhammad Itu Siapa?
Tuhan yang dihadirkan oleh Nabi Muhammad saw. adalah:
Allāh yang Esa, yang tidak menyerupai makhluk, yang meliputi segala sesuatu tapi tidak bisa diliputi.

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Asy-Syura: 11)

Tuhan yang mengutus para nabi bukan untuk menciptakan agama baru,
tapi untuk membangunkan kesadaran ruhani manusia.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.'”
(QS. An-Nahl: 36)

Tuhan yang lebih mementingkan kasih daripada kekuasaan, yang lebih mencintai keadilan dan kelembutan daripada sekadar perintah dan hukuman.

“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”
(QS. Al-A’raf: 156)

“Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya.”
(QS. Asy-Syura: 19)

Tuhan yang mewahyukan Al-Qur’an bukan sebagai dokumen hukum semata, tapi sebagai cahaya dan petunjuk bagi hati yang ingin kembali kepada-Nya.

“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka merenungkannya.”
(QS. Sad: 29)

Muhammad bukan pembawa Tuhan baru,
tapi penyempurna gambaran Tuhan yang telah dikaburkan zaman.

“Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
(HR. Ahmad)

Apa yang Dimaksud dengan Kembali ke Asal Itu?

“Asal” dalam kalimat kembali ke asal bukan tempat atau waktu, melainkan:
Asal Penciptaan, saat manusia diciptakan dari ruh Ilahi—suci, jernih, dan penuh potensi ketuhanan.

“Kemudian Aku meniupkan ruh-Ku ke dalamnya.”
(QS. Shad: 72)

Asal Kesadaran, saat jiwa masih mengenal Tuhan sebagai Rabb sejati.

“Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: ‘Betul, Engkau Tuhan kami.'”
(QS. Al-A’raf: 172)

Asal Tujuan, yakni menjadi makhluk yang sadar, mencintai dan dicintai Tuhan, bukan sekadar taat lahiriah tapi kosong batin.

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka.”
(QS. Al-Anfal: 2)

Sebagaimana dikatakan oleh Rabi’ah al-Adawiyyah:
“Aku tidak menyembah-Mu karena takut neraka-Mu, dan bukan pula karena rindu surga-Mu, tapi karena cinta kepada-Mu.”

Dan oleh Jalaluddin Rumi:
“Agama cinta adalah satu agama sejati, dan Tuhan adalah Kekasih di dalam hati.”

Penutup Renungan:

Tuhan yang dilupakan itu bukan lenyap,
melainkan tertutup kabut dunia dan bayang-bayang ego.
Tugas para pecinta, para pewaris cahaya Nabi,
adalah meniup debu dari wajah Tuhan,
agar manusia kembali bisa melihat-Nya—
dalam dirinya, dalam cinta, dalam sunyi.

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu…”
(QS. Al-Fajr: 27–28).(***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.