Wartain.com || Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, DR. (H.C.) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, meresmikan Gedung Makkah Pondok Modern Assalam Puteri di Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis 27/11/2025.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan peran pesantren sebagai motor pemberdayaan masyarakat.
Usai acara, Muhaimin menyampaikan apresiasinya terhadap Pondok Modern Assalam yang dinilainya berhasil membangun ekosistem pendidikan yang terhubung erat dengan realitas sosial dan ekonomi di sekitar pesantren.
Menurutnya, Assalam menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan Islam mampu menghadirkan sistem pemberdayaan yang komprehensif.
“Ini adalah contoh ekosistem pemberdayaan, di mana dunia pendidikan terkoneksi dengan sistem sosial dan ekonomi. Di sini ada SPPG, ada dapur yang menggerakkan supply and demand, memberi manfaat bagi peternak ayam, produsen sayur-mayur, dan pemasok bahan makanan,” ungkap Muhaimin.
Ia menambahkan, santri di Pondok Modern Assalam tidak hanya dibekali ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga diarahkan untuk menjadi individu mandiri dengan keterampilan masa depan.

“Anak-anak santri di sini terkelola dengan baik. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan, mereka juga disiapkan masa depannya melalui kemandirian, beasiswa, pelatihan keterampilan, hingga capacity building yang terhubung dengan berbagai lembaga di luar pesantren,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Muhaimin juga meresmikan laboratorium Smart System Education, sebuah inovasi pendidikan terpadu yang menghubungkan proses belajar dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan era digital.
“Pendidikan tidak boleh terpisah dari realitas industri dan sosial. Pesantren yang benar adalah yang mampu membangun ekosistemnya sendiri,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, menanggulangi kemiskinan melalui pendidikan, serta memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Muhaimin berkomitmen untuk terus melibatkan pesantren dan kelompok masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan.
“Kami akan terus melibatkan lembaga pesantren untuk berkolaborasi mewujudkan ekosistem pemberdayaan yang saling terhubung. Ke depan, kami akan mendorong kerja sama dengan lebih banyak lembaga ekonomi dan kewirausahaan agar kontribusi pesantren terhadap peningkatan kualitas SDM semakin besar,” tutupnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
