Wartain.com – Aktivitas belajar mengaji di TPQ Birrul Walidain yang berlokasi di Kampung Gumelar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tetap berlangsung meski fasilitas pendidikan keagamaan tersebut sempat terdampak banjir beberapa waktu lalu, Rabu (3/6/2026).
Untuk memastikan kondisi terkini pascabanjir, Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu melalui petugas melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Hasil pemantauan menunjukkan genangan air telah surut, namun sejumlah fasilitas dan bagian bangunan masih memerlukan perbaikan.
Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung dampak banjir sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan dalam proses pemulihan.
“Hari ini kami meninjau TPQ Birrul Walidain di Kampung Gumelar untuk melihat kondisi pascabanjir yang sempat merendam lokasi ini,” ujar Mahbubillah.
Ia menjelaskan, kegiatan belajar mengaji tetap berjalan meskipun kondisi sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih. Para santri bersama pengajar masih memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk melanjutkan proses pembelajaran.
“Walaupun air sudah surut, masih ada beberapa bagian bangunan dan sarana belajar yang perlu perhatian,” katanya.
Menurut Mahbubillah, semangat para santri dan tenaga pengajar dalam melanjutkan kegiatan belajar menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, pemilik TPQ Birrul Walidain, Hj. Wati, berharap adanya bantuan dan kepedulian dari masyarakat maupun relawan untuk membantu memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan akibat banjir.
“Semoga ada kepedulian dari berbagai pihak agar TPQ ini bisa segera pulih, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” tuturnya.
Kondisi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Palabuhanratu dalam menghadapi dampak bencana. Dengan dukungan berbagai pihak, pemulihan TPQ Birrul Walidain diharapkan dapat segera terealisasi sehingga kegiatan belajar mengaji kembali berlangsung secara optimal.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
