26.7 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026

Latest Posts

Ramp Check Terminal Sukabumi Temukan Bus Masih Gunakan Ban Vulkanisir di Bagian Depan

Wartain.com || Pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, Kota Sukabumi, kembali menemukan pelanggaran keselamatan pada angkutan antarkota. Sejumlah bus kedapatan masih memakai ban vulkanisir pada roda depan, kondisi yang dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang.

Padahal, penggunaan ban vulkanisir telah diatur secara tegas oleh Kementerian Perhubungan melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta peraturan turunannya, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan PM 82 Tahun 2013 yang diperbarui dengan PM 117 Tahun 2015 terkait standar kelaikan teknis kendaraan bermotor.

Penguji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan, Sony Zulkarnaen, menegaskan bahwa ban depan bus penumpang tidak boleh menggunakan ban vulkanisir dalam kondisi apa pun.

“Ban depan itu mutlak tidak boleh vulkanisir. Risikonya besar, karena kalau sampai pecah, kendaraan bisa langsung sulit dikendalikan,” ujar Sony, Rabu (31/12/2025).

Tak hanya soal ban, ramp check juga menyoroti berbagai komponen keselamatan lain. Petugas memeriksa sistem pengereman, khususnya tekanan rem dan indikatornya, serta memastikan perangkat pendukung seperti lampu, klakson, dan wiper berfungsi optimal, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

“Rem menjadi prioritas utama. Selain itu lampu, klakson, dan wiper juga harus benar-benar berfungsi,” jelasnya.

Bus yang terbukti masih menggunakan ban depan vulkanisir tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan. Kendaraan tersebut langsung diminta kembali ke perusahaan otobus (PO) untuk melakukan penggantian ban sebelum diberi izin mengangkut penumpang.

“Kalau masih ditemukan, kita kembalikan ke PO. Wajib diganti dulu,” tegas Sony.

Ia mengakui, pelanggaran semacam ini masih dijumpai meski ramp check dilakukan setiap hari. Namun demikian, jumlah temuan mulai berkurang seiring meningkatnya kesadaran operator bus terhadap standar keselamatan.

“Karena dicek rutin setiap hari, mereka sekarang sudah lebih paham. Begitu ketahuan, langsung diperbaiki,” katanya.

Dalam satu hari, sekitar 150 unit bus diperiksa sebelum keberangkatan dari Terminal Sukabumi. Meski seluruh kendaraan tersebut telah mengantongi bukti lulus uji berkala atau KIR, pemeriksaan ulang tetap dilakukan untuk memastikan kondisi aktual kendaraan di lapangan.

Sony menekankan, ketelitian dalam ramp check menjadi keharusan karena bus membawa puluhan penumpang dalam sekali perjalanan.

“Ini angkutan orang, bukan barang. Satu bus bisa membawa 50 sampai 60 penumpang. Jadi satu kelalaian saja dampaknya bisa sangat besar,” ujarnya.

Pemeriksaan kelaikan kendaraan ini dipastikan akan terus dilaksanakan secara konsisten, termasuk selama periode libur Natal dan Tahun Baru, guna meminimalkan risiko kecelakaan.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.