26.7 C
Jakarta
Sabtu, September 26, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Dorong Pelajar Sukabumi Berani Bermimpi dan Berargumentasi

Wartain.com — Pemerintah Kota Sukabumi menilai penguatan pendidikan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menghadiri Ajang Kreasi Seni, Apresiasi Retorika dan Argumentasi tingkat SMP se-Kota Sukabumi di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ayep menyoroti masih adanya persoalan pendidikan yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah masyarakat Kota Sukabumi dengan pendidikan SMA tercatat 98.408 orang, SMP 54.883 orang, dan SD 36.764 orang. Sementara itu, lulusan S1 tercatat 21.986 orang, Diploma 7.819 orang, S2 sebanyak 1.808 orang, dan S3 sebanyak 80 orang.

Menurut Ayep, data tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan masyarakat.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Jangan mencari siapa yang salah, tetapi apa yang harus kita perbaiki,” tegasnya.

Ia menekankan, tidak boleh ada anak di Kota Sukabumi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, terlebih berhenti sekolah setelah jenjang SMP atau bahkan tidak bersekolah sama sekali.

Ayep mengatakan pendidikan memiliki keterkaitan dengan kesempatan masyarakat dalam memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dinilai menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kemiskinan.

“Kalau tidak berpendidikan, kita khawatir yang lahir adalah kemiskinan, kemudian kebodohan. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Ayep juga menyinggung data masyarakat Kota Sukabumi yang berada dalam kelompok desil 1 hingga desil 5 yang disebut mencapai sekitar 170 ribu orang. Data tersebut, menurutnya, harus digunakan sebagai dasar untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menentukan langkah perbaikan.

“Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi apa yang harus kita perbaiki. Kita harus memperbaikinya bersama-sama,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Ayep mengapresiasi pelaksanaan Ajang Kreasi Seni, Apresiasi Retorika dan Argumentasi yang mempertemukan para pelajar SMP dari berbagai sekolah di Kota Sukabumi.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat melatih kemampuan literasi, berpikir kritis, berargumentasi, serta keberanian menyampaikan gagasan.

“Jangan takut untuk bertanya. Jangan takut menyampaikan pendapat. Dan jangan takut memiliki cita-cita yang tinggi,” pesannya kepada para pelajar.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kota Sukabumi Ceng Mamad mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi dan kemampuan.

Menurutnya, literasi, kemampuan membangun argumentasi, serta keberanian berbicara di depan publik merupakan keterampilan yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga mampu membangun kepercayaan diri, kreativitas, karakter, dan kemampuan komunikasi.

Ayep berharap sekolah, guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

Ia juga mendorong para pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani memiliki cita-cita besar agar kelak dapat berkontribusi terhadap pembangunan Kota Sukabumi.

“Mohon kita bersama-sama menjadikan Kota Sukabumi menjadi kota yang bercahaya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.