26.7 C
Jakarta
Selasa, September 8, 2026

Latest Posts

Rektor UMMI Prof. Reny Sukmawani Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Pertama di Sukabumi “Homebase” Penuh

Wartain.com – Ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Sukabumi kembali menorehkan tinta emas. Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Prof. Dr. Reny Sukmawani, S.P., M.P., secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembangunan Pertanian.

Kabar monumental ini disiarkan secara resmi melalui rilis kelembagaan UMMI pada Senin, 7 September 2026. Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI tersebut menjadi bukti sahih atas dedikasi panjang sang rektor dalam dunia Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Guru Besar Pertama “Homebase” UMMI di Sukabumi

Pencapaian ini memantik perbincangan hangat di ruang publik mengenai reposisi sejarah keprofesoran di Sukabumi.

Berdasarkan catatan literasi sejarah institusi pendidikan lokal, pencapaian Prof. Reny Sukmawani memiliki keunikan tersendiri.
Beliau merupakan Guru Besar pertama di Sukabumi yang seluruh jenjang struktural akademisnya — mulai dari Lektor hingga Profesor — lahir, diproses, dan bertumbuh secara utuh dari dalam rahim universitas lokal tempatnya mengabdi, yakni homebase UMMI.

Ditinjau dari segi latar belakang sosiologis, Prof. Reny juga menorehkan kebanggaan ganda. Ia adalah ilmuwan asli kelahiran Sukabumi yang memilih menetap dan membesarkan institusi tanah kelahirannya hingga mencapai puncak tertinggi dunia akademik.

Fokus Riset Hilirisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan

Dalam rekam jejak ilmiahnya, Prof. Reny Sukmawani dikenal konsisten meneliti sektor hilirisasi agrikultur lokal.

Salah satu tonggak riset pentingnya dimulai sejak meraih gelar Doktor di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung dengan memformulasikan model pengembangan komoditas unggulan daerah melalui metode gabungan Corporate Proponent Index  (CPI).

Kini, dengan menyandang gelar Guru Besar Bidang Pembangunan Pertanian, ruang kontribusinya diproyeksikan bakal berdampak langsung pada kebijakan pembangunan masyarakat agraris dan ketahanan pangan regional di Jawa Barat.

Memutus Stigma Perguruan Tinggi Daerah

Pihak sivitas akademika UMMI menegaskan bahwa pencapaian rektornya bukan sekadar kebanggaan seremonial.

Peristiwa ini menjadi pemutus stigma lama bahwa perguruan tinggi di daerah tingkat dua tidak mampu melahirkan guru besar secara mandiri.

UMMI kini membuktikan diri memiliki kapasitas mutakhir untuk menumbuhkan ekosistem riset berstandar nasional dari jajaran dosen internalnya sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.