26.7 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Luncurkan Program UMKM Naik Kelas 2025: Dorong Transformasi dari Mikro ke Global

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi resmi meluncurkan program Kick Off UMKM Naik Kelas 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bertempat di Aula Bank BJB Kota Sukabumi, Jumat (4/7/2025), peluncuran ini mengangkat tema “UMKM Kreatif, Inovatif, dan Bercahaya”, sebagai simbol kebangkitan ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi.

Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, yang didahului dengan penampilan seni budaya khas daerah, Wayang Sukuraga, oleh Kang Fendi.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pelaku UMKM sangat ditentukan oleh dua hal mendasar: konsistensi dan komitmen. Mengacu pada pengalamannya sebagai mantan pelaku usaha yang sukses menembus pasar ekspor, Ayep menyampaikan pesan inspiratif.

“Jalan UMKM memang tidak mudah, tapi bukan mustahil. Saya pernah mulai dari nol hingga akhirnya berhasil ekspor ke Jepang. Kuncinya adalah konsistensi dan komitmen. Jangan berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Program UMKM Naik Kelas ini tidak hanya sebatas kegiatan administratif atau seremonial. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan pola pikir berusaha, penguatan manajemen, digitalisasi usaha, hingga peningkatan akses ke pasar dan pembiayaan.

Koordinator Daerah Pendamping UMKM Naik Kelas Kota Sukabumi, Sri Puji Rahayu, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 113 pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan intensif selama enam bulan oleh tim yang terdiri dari lima pendamping UMKM profesional.

“Pendampingan ini fokus pada solusi nyata. Kita bantu UMKM memahami struktur biaya, menjaga mutu produk, hingga membuat strategi pemasaran yang relevan dengan era digital,” jelas Sri Puji.

Hadir pula dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah dan mitra strategis, seperti Kadis Kumindag Agus Wawan Gunawan, Kadis Kominfo Rahmat Sukandar, Kadis DPMPTSP Iskandar Ifhan, perwakilan dari Dinas KUK Provinsi Jawa Barat, dan Bank BJB.

Perwakilan Dinas KUK Jabar menyampaikan bahwa berdasarkan data, lebih dari 85% UMKM di Jawa Barat masih tergolong usaha mikro. Oleh karena itu, program pendampingan seperti ini sangat penting untuk mendorong mobilitas vertikal pelaku usaha dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah, hingga siap bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kita ingin mengubah pola pikir UMKM. Bukan hanya memproduksi, tapi juga memikirkan skala bisnis, daya tahan, dan strategi pengembangan jangka panjang,” ujarnya.

Wali Kota Ayep Zaki juga menekankan pentingnya kejujuran dalam menjaga kualitas produk, khususnya untuk sektor kuliner yang sangat sensitif terhadap keamanan bahan baku.

“Konsumen sekarang sangat cerdas. Jangan kompromi soal bahan. Jangan gunakan pengawet atau sisa makanan. Kepercayaan pasar dibangun dari kejujuran dan kedisiplinan,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi antar unsur pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem UMKM yang sehat dan berdaya saing.

“Sukabumi punya potensi besar. Mari kita jadikan kota ini sebagai rumah bagi UMKM yang bukan hanya mampu bertahan, tapi juga tumbuh, berkembang, dan melangkah ke pasar global. UMKM adalah fondasi ekonomi kerakyatan yang harus terus kita rawat bersama,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.