26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 9, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program MBG

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar higienitas dan keamanan pangan. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan pengawasan akan diperketat mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan di seluruh dapur MBG yang tersebar di wilayah kota.

Menurut Ayep, langkah itu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kasus keracunan maupun kesalahan prosedur dalam proses pengolahan makanan.

“Kita ingin semua dapur punya SOP yang jelas agar tidak ada kesalahan kerja yang bisa berdampak pada kualitas makanan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Ayep Zaki usai meninjau langsung dapur MBG di kawasan Merbabu, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (7/10/2025).

Ayep menjelaskan, saat ini telah dibentuk Satgas MBG Kota Sukabumi. Satgas tersebut bertugas memonitor 41 dapur MBG, dengan 35 dapur yang telah beroperasi aktif, guna memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Selain menyoroti SOP dapur, Pemkot juga mulai menaruh perhatian serius terhadap kandungan pestisida pada bahan pangan. Wali Kota meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) untuk turun langsung memeriksa batas kadar pestisida yang diperbolehkan, sekaligus melakukan pembinaan kepada petani dan pemasok sayuran.

“Harus ada alat ukur kadar pestisida agar kita tahu batas aman yang diizinkan. Kalau ada temuan, kita bisa segera membina petani dan supplier-nya agar sesuai standar,” tegasnya.

Aspek kebersihan dan keamanan pangan pun menjadi fokus utama. Ayep menegaskan, meskipun belum semua dapur memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), Pemkot akan mendorong seluruh pengelola untuk segera memenuhi persyaratan tersebut melalui pendampingan dan pelatihan bersama Satgas.

“Kami ingin semua dapur higienis, materialnya sesuai standar, dan tingkat bakteri E. coli-nya nol persen. Kita bina dan awasi bersama agar program MBG ini berjalan berkelanjutan,” katanya.

Ayep juga mengingatkan agar pengelola dapur tidak mengambil keuntungan berlebihan dari program ini, sebab tujuan utama MBG adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui makanan bergizi, aman, dan layak konsumsi.

“Ambil untungnya jangan terlalu besar. Yang penting masyarakat mendapatkan makanan bergizi dan higienis. Karena pestisida yang berlebih bisa menumpuk di tubuh dan berisiko bagi kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap Kota Sukabumi dapat menjadi contoh pelaksanaan MBG yang baik secara nasional berkat tata kelola yang transparan, disiplin, dan berbasis kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Kami ingin Sukabumi menjadi role model bagi daerah lain dalam menjalankan program nasional ini,” pungkasnya ***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.