Wartain.com – Meningkatnya intensitas aksi demonstrasi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk terkait keselamatan para jurnalis yang bertugas melakukan peliputan di lapangan.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi wartawan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi menimbulkan kericuhan.
Menurutnya, penggunaan alat pelindung diri atau APD sederhana dapat meminimalkan risiko cedera ketika situasi demonstrasi berubah menjadi tidak kondusif.
“Untuk teman-teman jurnalis begitu meliput kegiatan demo, safety itu nomor satu. Kacamata, kemudian helm. Karena helm itu sangat penting pada waktu terjadi misalnya kerusuhannya menjadi anarkis,” ujar Hondo, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, selain helm, penggunaan kacamata pelindung khusus juga sangat dianjurkan. Kacamata safety dinilai lebih mampu melindungi mata dari berbagai potensi bahaya yang dapat muncul saat terjadi bentrokan maupun penggunaan gas air mata.
“Kacamata juga harus safety. Jangan kacamata yang biasa, karena apa? Karena kacamata safety kadang-kadang perlu sekali pada waktu ada lemparan atau gas air mata,” katanya.
Tak hanya itu, Hondo juga menyarankan para jurnalis mengenakan pakaian yang dapat memberikan perlindungan tambahan, seperti jaket dan celana berbahan tebal. Menurutnya, perlengkapan tersebut dapat mengurangi risiko luka apabila wartawan terjatuh atau terdorong saat berada di tengah kerumunan massa.
“Yang lain-lain saya kira kayak mungkin jaket yang agak tebal. Itu perlu juga, karena apa? Karena mungkin kita bisa terjatuh, sehingga kalau pakai jaket yang agak tebal atau celana yang agak tebal, lukanya tidak makin parah,” ungkapnya.
Di sisi lain, Hondo menilai keberadaan lembaga kemanusiaan seperti PMI seharusnya dapat dilibatkan dalam pengamanan aksi-aksi demonstrasi, terutama untuk memberikan bantuan medis apabila terjadi kondisi darurat.
Ia menegaskan bahwa sebagai organisasi kemanusiaan, PMI memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kepada siapa pun yang membutuhkan pertolongan, termasuk dalam kegiatan unjuk rasa.
“PMI adalah lembaga kemanusiaan. Kita sebetulnya bisa dilibatkan untuk mendampingi para teman-teman yang akan melakukan aksi demo. Walaupun mungkin kita juga mikir dua tiga kali, tapi tetap kita lembaga kemanusiaan, kita tetap akan mengawal kalau seandainya kami dilibatkan,” tegasnya.
Melalui imbauan tersebut, PMI Kabupaten Sukabumi berharap para jurnalis dapat lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja saat menjalankan tugas peliputan di lapangan, sehingga risiko cedera maupun kecelakaan dapat diminimalkan meski harus berada di tengah situasi demonstrasi yang dinamis dan berpotensi memanas.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
