Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Senin, 22 September 2026 didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sepanjang hari.
Suhu udara pagi ini terpantau sejuk di kisaran 14-18°C dengan kelembapan tinggi. Memasuki siang hari, suhu meningkat signifikan hingga mencapai 28-29°C dengan kelembapan menurun ke 57%. Kondisi ini membuat cuaca terasa terik di sejumlah wilayah.
Pada pagi hingga siang (07.00 – 14.00 WIB), langit Sukabumi diprakirakan cerah. Matahari bersinar penuh dengan sedikit tutupan awan. Tidak ada potensi hujan pada periode ini.
BMKG mengeluarkan peringatan khusus terkait indeks UV. Paparan sinar UV diprakirakan mencapai level 11 atau lebih pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB yang tergolong bahaya sangat tinggi hingga ekstrem.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam tersebut. Jika harus beraktivitas, gunakan tabir surya spektrum luas SPF 30+ yang dioles ulang setiap 2 jam, pakaian lengan panjang, topi lebar, dan kacamata hitam pelindung UV.
Memasuki sore hari (15.00 – 18.00 WIB), cuaca berubah menjadi berawan. Ada potensi hujan ringan lokal dengan peluang sekitar 10-12%, terutama di wilayah pegunungan dan selatan Kabupaten Sukabumi.
Pada malam hari (19.00 – 01.00 WIB), cuaca diprakirakan berawan hingga cerah berawan. Potensi hujan ringan masih dapat terjadi secara lokal di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.
Dini hari (01.00 – 07.00 WIB) kondisi kembali stabil dengan cerah berawan hingga berawan tipis. Suhu turun ke titik terendah 14-15°C. Angin bertiup dari arah timur ke tenggara dengan kecepatan 5-40 km/jam.
Secara umum parameter cuaca Sukabumi hari ini: suhu 18°C – 34°C, kelembapan 50% – 95%, dengan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang disertai kilat/petir dan angin kencang lokal.
BPBD Kabupaten Sukabumi menyiagakan personel untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti pohon tumbang dan genangan, khususnya di wilayah rawan seperti Warungkiara dan beberapa wilayah yang ada di Sukabumi Selatan (Pajampangan) yang secara geografis rawan pergerakan tanah.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke wilayah pegunungan dan pantai selatan diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
