26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026

Latest Posts

Prakiraan Cuaca Sukabumi 26 Mei 2026: Pagi Cerah, Siang-Sore Waspada Hujan Sedang

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi diminta menyiapkan payung dan jas hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG memprakirakan cuaca Senin 26 Mei 2026 didominasi cerah berawan di pagi hari, lalu berpotensi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga malam hari.

Berdasarkan analisis sepekan 26-28 Mei 2026, BMKG menempatkan Jawa Barat termasuk Sukabumi dalam wilayah yang perlu diwaspadai peningkatan hujan intensitas sedang. Kondisi ini dipicu aktivitas Bibit Siklon Tropis 99W dan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia.

Untuk periode pagi hingga dini hari, kondisi cuaca Sukabumi relatif kondusif. Langit cerah berawan hingga berawan. Aktivitas luar ruangan seperti ke sawah, pasar, atau sekolah masih aman dilakukan pada rentang waktu ini.

Memasuki siang hingga sore pukul 13.00-19.00 WIB, atmosfer mulai tidak stabil. BMKG menyebut wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Hujan bisa disertai kilat dan petir skala lokal.

Malam hari pukul 19.00-01.00 WIB, langit Sukabumi diprediksi cerah berawan hingga berawan. Namun potensi hujan ringan hingga sedang masih ada di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk area Sukabumi.

Dari sisi suhu, BMKG mencatat rentang 18 hingga 34 derajat Celsius untuk wilayah Jawa Barat. Khusus Sukabumi dan Kota Sukabumi, suhu diperkirakan berada di kisaran 20-28 derajat Celsius dengan kelembapan udara 50 hingga 95 persen.

Angin bertiup dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5 sampai 40 kilometer per jam. Kecepatan angin ini tergolong bervariasi, dari sepoi-sepoi hingga cukup kencang di wilayah terbuka.

Perhatian khusus diberikan BMKG untuk wilayah pesisir selatan Sukabumi. Perairan selatan Selat Sunda diprakirakan memiliki gelombang 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara Perairan Garut-Pangandaran bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Pelabuhan Ratu jadi titik rawan. BMKG menyebut lokasi ini terdampak duluan saat ada bibit siklon. Gelombang dan angin kencang berpotensi meningkat. Nelayan diminta menunda melaut jika kondisi laut memburuk.

Selain hujan, BMKG juga mewaspadai dampak lanjutan. Hujan lebat yang terjadi terus menerus dapat memicu longsor dan banjir bandang, terutama di daerah perbukitan dan lembah sungai Sukabumi yang rawan retakan tanah.

Menanggapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terhadap cuaca ekstrem lokal. Imbauan khusus ditujukan bagi pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari.

Meski sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki kemarau, Sukabumi masih berada di fase pancaroba. Akumulasi panas pagi-siang memicu konveksi yang menumbuhkan awan hujan sore-malam. Jadi pola “pagi cerah, sore hujan” masih akan berulang beberapa hari ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.