26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026

Latest Posts

Puasa dan Politik Bersih: Melatih Diri untuk Melayani Rakyat

Oleh : Jaka Susila/Presidium.MD KAHMI Sukabumi/Ketua DPC PBB Kabupaten Sukabumi

Wartain.com || Berpuasa adalah melatih untuk menahan diri dari segala sesuatu. Bukan hanya secara fisik saja, namun secara psikis menyentuh dimensi moral dan spiritual. Melatih diri secara individu, juga untuk berempati kepada orang lain. Dimensi moral puasa ditegaskan di dalam ayat Al-Qur’an: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang berlebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Kaitannya dengan kehidupan berpolitik. Spirit anti-ekses ini mengandung pesan sosial-politik yang kuat.

Puasa mengajarkan tiga nilai yang penting bagi politik bersih. Pertama, pengendalian diri terhadap godaan materi.

Kedua, empati sosial terhadap penderitaan rakyat, karena rasa lapar membuka kesadaran tentang ketimpangan.

Ketiga, kesadaran akuntabilitas transenden—bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi moral yang melampaui pengawasan manusia.

Apabila nilai-nilai ini diinternalisasi oleh para pemegang kekuasaan, maka politik tidak lagi sekadar kompetisi kepentingan, tetapi menjadi ruang pelayanan publik.

Bahwasanya puasa mengingatkan tentang kekuasaan yang tidak dikendalikan oleh moral akan berubah menjadi alat penindasan. Sebaliknya, kekuasaan yang dijalankan dengan kesadaran spiritual dapat menjadi sarana keadilan.

Oleh karena itu, puasa harus dimaknai lebih luas sebagai gerakan pembersihan: membersihkan hati dari keserakahan, membersihkan politik dari korupsi, dan membersihkan negara dari dominasi kepentingan sempit.

Bahwa bangsa ini tidak kekurangan hukum, tetapi sering kekurangan pengendalian diri. Di tengah godaan kekuasaan dan kekayaan yang semakin besar, puasa menjadi pengingat paling mendasar: bahwa kekuatan terbesar manusia bukanlah kemampuan menguasai, melainkan kemampuan menahan diri.

Maka berpuasalah—bukan hanya dari makan dan minum, tetapi dari keserakahan, dari penyalahgunaan kewenangan, dan dari hasrat menguasai tanpa batas.

Berpuasa seperti itu, kita tidak hanya membersihkan diri, tetapi juga membersihkan politik, merawat demokrasi, dan menegakkan martabat bangsa serta negara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.