Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi mengadakan acara Training Raya Tingkat Nasional Intermediate Training (LK-II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) bertempat di aula kantor penyelengaraan haji dan umroh (PHU), Komplek, Pusbangdai Cikembang, Desa Sukamulya, Kec. Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin 28/07/2025.
Dari informasi yang didapatkan kegiatan tersebut diikuti oleh 62 orang kader dari seluruh Indonesia, yang terjauh adalah dari Ambon, Medan, juga ada dari daerah Aceh.
Muhammad Ihsan Muzaki Ketua pelaksana training raya menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan hal yang wajib dari cabang masing-masing untuk seluruh anggota atau kader HMI dari seluruh Indonesia.
“Harapan setelah dari Sukabumi, mudah-mudahan mereka bisa membawa informasi baik tentang Sukabumi, supaya nantinya Sukabumi juga dikenal sebagai kota atau daerah pariwisata
dan bisa disampaikan kepada keluarga atau teman-temannya. Sehingga mereka ketika kembali lagi ke sini bisa membawa lebih banyak orang agar pemerintah Sukabumi juga menjadi lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Kesbangpol Sukabumi Tri Romadhono mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan yang sangat positif.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengapresiasi dengan baik kegiatan HMI. Jadi, diharapkan teman-teman Kohati maupun teman-teman HMI yang ada di sini lebih bisa peka, lebih bisa menganalisa, memberikan masukan yang positif kepada Pemda dalam rangka membangun, mewujudkan misi dan visi dari Pemda,” tuturnya.
Lebih lanjut Tri menyebutkan bahwa HMI sudah kerjasama dengan Kesbangpol dan sudah bermitra dengan Dinas-Dinas secara terkelola.
“Ya, dinas-dinas yang ada di Kabupaten Sukabumi komunikasi dengan HMI cukup bagus saya lihat, dan komunikatif, serta apabila ada yang dibutuhkan semacam tanam pohon ataupun terkait dengan yang lainnya, dinas sudah ada komunikasi dengan HMI. Kami berharap ini nanti jadi motivasi dari kepengurusan berikutnya,” tambahnya.
Disisi lain, Muhammad Ihsan Muzaki, Ketua pelaksana training raya memberikan tanggapan atas hal tersebut diatas bahwa, “HMI akan tetap menjadi mitra kritis, di sisi lain kita akan mendukung segala hal yang baik untuk masyarakat, tapi ketika ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kemasyarakatan, kemanfaatan, maka HMI juga akan hadir untuk memberitahu,” pungkasnya.***
Foto : Intan
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
