Wartain.com || Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke-80 tahun 2026, diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Karang Gantung Green Camp, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/02/2026).
Kegiatan ini digagas oleh Ormas Jampang Tandang Makalangan (JTM) yang berkolaborasi dengan PWI Peduli, serta menggandeng berbagai pihak, mulai dari insan pers, komunitas lingkungan, pemerintah daerah hingga unsur masyarakat setempat.
Ketua HPN 2026, Heru Yuda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung penghijauan dan reboisasi, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masa depan daerah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, pihaknya akan mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi, agar gerakan penghijauan tidak berhenti pada momentum HPN saja.
“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder agar pasca-penanaman tetap ada monitoring dan pendampingan. Harapannya, gerakan ini bisa terus berlanjut dan menjadi model kegiatan HPN yang menginspirasi daerah lain,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Jampang Tandang Makalangan (JTM), Hendra Permana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi pencanangan gerakan penyelamatan sempadan pantai di kawasan Karang Gantung yang memiliki garis pantai sekitar tiga kilometer.

Menurutnya, kawasan tersebut mengalami abrasi cukup serius dan terdapat lahan kritis yang perlu segera ditangani agar kerusakan ekosistem tidak semakin meluas.
“Ini merupakan gerakan jangka panjang. Abrasi di kawasan ini cukup luar biasa. Jika tidak ditangani sejak awal, dikhawatirkan akan merusak kontur lahan dan ekosistem yang ada,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, lokasi penanaman berada di area yang juga termasuk jalur geosite yang dikelola oleh Badan Pengelola Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, sehingga perlu dijaga bersama sebagai bagian dari potensi wisata dan lingkungan.
Dari informasi, sebanyak sekitar 500 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis tanaman yang dipilih merupakan pohon endemik, pohon keras, serta pohon buah yang dinilai mampu tumbuh dan beradaptasi dengan kondisi pesisir.
Hendra juga menyebut, lahan yang digunakan merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) milik perusahaan swasta yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
Ia berharap sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta insan pers terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program.
“Kami berharap semua pihak, termasuk insan pers, dapat terus mengawal dan mengedukasi masyarakat agar gerakan lingkungan seperti ini tidak berhenti pada seremoni saja. Ini tanggung jawab bersama demi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui momentum HPN dan HUT PWI ke-80 ini, insan pers Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga motor penggerak kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
