Wartain.com, Sukabumi || Kemarau panjang masih menghantui sebagian wilayah Indonesia. Hujan yang belum kunjung tiba membuat banyak hutan dan lahan jadi mengering. Akibatnya banyak lahan dan hutan terbakar.
Seperti yang terjadi di Kp. Panyindangan RT 23 RW 05, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak,
Kabupaten Sukabumi. Siang tadi sekitar pukul 12.55, telah terjadi kebakaran lahan di areal seluas kurang lebih 200 M, Selasa 03/10/2023.
Informasi awal, diduga api tiba-tiba muncul di area lahan milik Yayasan Pendidikan Islam Al-Qurthubiyyah, Pawenang, Nagrak, Sukabumi. Lahan yang dipenuhi tumbuhan ilalang tersebut terbakar cepat, hampir membakar bangunan sekolah.
Kontan saja, seluruh siswa dan guru yang sedang melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut, panik dan berhamburan keluar ruangan belajar.
Atas kejadian tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi pihak Pemdes Pawenang, untuk melakukan tindakan selanjutnya. Dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, seluruh siswa dipulangkan lebih cepat dari jadwal biasanya.

Pihak Pemdes Pawenang langsung melakukan koordinasi dengan unsur Kecamatan, Polsek, Koramil, P2BK Nagrak, Satpol PP serta DPKP Pos IV wilayah Cibadak.
Setelah melakukan assesmen lapangan, seluruh pihak terkait melakukan kajian untuk menindak lanjuti penanganan. DPKP POS IV Wilayah Cibadak, langsung mengirimkan satu unit Mobil Damkar, untuk proses pemadaman api.
Diketahui, pencegahan pemadaman api awalnya dilakukan secara manual, seluruh warga sekolah, dewan guru, siswa dibantu oleh warga setempat, dengan peralatan seadanya, berusaha untuk memadamkan api, sampai datang bantuan Damkar dari Pos IV Cibadak.
Setelah beberapa jam kemudian, kerja keras seluruh pihak akhirnya api bisa di padamkan.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya kerugian materil, karena beberapa tumbuhan produktif banyak yang ikut terbakar.
Sejauh ini, belum diketahui penyebab kebakaran lahan itu, yang jelas warga sekolah tiba-tiba dikejutkan dengan adanya kobaran api yang membakar sebagian lahan yayasan.
Ditemui wartain com, salah seorang guru MTs Al-Qurthubiyyah Lebi Herlinawati, S.Pd.I mengatakan, kejadian kebakaran lahan yayasan sangat cepat, tiba-tiba saja kepulan api merembet hampir menyambar bangunan sekolah.

“Tadi saya sedang mengajar di kelas VII, tiba-tiba suara gemuruh datang mengagetkan semuanya, setelah ditelusuri ternyata kobaran api yang membakar lahan dibawah bangunan sekolah,” kata Guru IPS tersebut singkat.
Sementara itu, Kepala Dusun Panyindangan, Desa Pawenang Riki Irawan menyampaikan, informasi awalnya dari pihak sekolah yang meminta bantuan untuk memadamkan api, akibat kebakaran sebagian lahan yayasan.
“Kami langsung koordinasi dengan semua unsur terkait, agar api bisa dipadamkan segera. Alhamdulillah berkat kerja keras semua pihak, terutama Damkar dari Pos IV Wilayah Cibadak, sekarang api sudah bisa dipadamkan,” ungkapnya.
Ia berharap dan mengimbau kepada semua warga, agar tidak sembarangan membakar sesuatu, terlebih lagi pada situasi seperti sekarang yang kemaraunya masih diperkirakan masih panjang.
“Kami harap dan himbau kepada semuanya, untuk hati-hati dalam membakar sampah atau apapun yang membahayakan kita. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi,” pungkas Riki.***
Foto : wartain com/Isop
Editor : Aab Abdul Malik
Reporter : Isop Mahardiana