19.5 C
New York
Rabu, Juli 17, 2024
spot_img

Latest Posts

Konsep Trisakti yang Sebenarnya itu Seperti Apa? 

Wartain.com || 10 tahun yang lalu, ketika pemerintahan Jokowi-JK memegang kendali dan baru di lantik, keduanya menggaungkan ingin mengembalikan konsep Trisakti yang dulu dibuat oleh Proklamator Soekarno di awal kemerdekaan Indonesia.

Sebenarnya bagaimana konsep Trisakti tersebut?

Trisakti Senjata Ampuh Wujudkan Indonesia Maju Berdaulat, Mandiri, dan Berbudaya. Dalam pidato peringatan 17 Agustus 1964, untuk pertama kalinya Presiden Soekarno menyampaikan gagasan tentang Tri Sakti, yaitu : Berdaulat dalam politik, Berdikari dalam bidang ekonomi, dan Berkepribadian dalam berkebudayaan.

“Sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat perlu dan mutlak memiliki tiga hal, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Itu yang Bapak maksud dengan Trisakti,” kata Maulwi mencontohkan ucapan Soekarno, seperti yang dikutip detikcom dalam buku ‘Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno’ yang ditulis Asvi Warman Adam dan 3 rekannya, Jumat (3/10/2014)‎.

Menurut Soekarno, hanya dengan mengetahui ilmu pengetahuan modern dan mengerti sejarah kebudayaan Indonesia barulah konsep Trisakti miliknya dapat dipahami.

“Kalau diamati dengan teliti dan mendalam tentang Trisakti yang dimaksud Soekarno, pemikiran itu akan dapat menyusun kekuatan dan pembangunan bangsa sekaligus character bulding,” kata Maulwi.

Lebih jauh, konsep Trisakti ini dapat membuat Indonesia bergaul di kancah international dengan pernuh harga diri dan menghormati kedaulatan masing-masing. Selain itu Indonesia diyakini dapat merencanakan dan menyusun pola kerja sama ekonomi dengan negara-negara industri besar dengan percaya diri dan saling menguntungkan.

“Melihat keadaan saat ini, banyak gagasan pikiran Bung Karno yang relevan untuk menjawab dan memecahkan problematika sosial yang dihadapi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Tentang membangun karakter rakyat Indonesia, Soekarno mengaku bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, bangsa Indonesia saat itu baru saja merdeka dari penjajahan Belanda selama tiga setengah abad dan tiga setengah tahun oleh Jepang. Hal ini membuat bangsa Indonesia (saat itu) sudah terbiasa sebagai bangsa kuli di antara bangsa-bangsa lainnya.

Akibat perjuangan melawan Belanda, banyak terjadi kerusakan material, mental, serta moral. Memperbaiki kerusakan mental dan moral lebih sukar daripada memperbaiki kerusakan material,” kata Soekarno saat itu.

“Revolusi adalah suatu hal yang harus dijalankan dengan aksimu dan idemu sendiri. Perjalanan rakyat yang berjuang tidak pernah berhenti. Demikian penjelasan Bung Karno pada saya,” ucap Maulwi.

Dengan demikian, gagasan Trisakti merupakan antitesis dari kolonialisme, imperialisme, dan feodalisme.

Isi gagasan Trisakti adalah kemerdekaan. Bung Karno memahami kemerdekaan sebagai semangat, negara yang dinamis dan mandiri.

Dalam aspek eksistensial, gagasan Trisakti lahir dari kesadaran masa lalu Soekarno terhadap kolonialisme, imperialisme, dan feodalisme. Dalam aspek akal sehat, gagasan Trisakti dipengaruhi oleh nasionalisme dan globalisme.

Dalam konteks globalisasi hingga saat ini, negara Indonesia menunjukkan adanya keterlibatan golongan kapital transnasional dalam penyusunan kebijakan dalam negeri. Hal ini dapat mengancam masyarakat Indonesia. Oleh karena itu perlu dicermati gagasan Trisakti, guna memberikan jalan keluar dalam membangun kemandirian bangsa.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(AAS)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.