Wartain.com – Penutupan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul oleh warga mendapat respons dari Pemerintah Kota Sukabumi. Pemkot menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat, salah satunya dengan melakukan penimbunan kembali lahan makam yang terdampak aktivitas TPA.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki terkait persoalan tersebut.
Menurutnya, lahan makam yang selama ini terdampak air lindi, terutama ketika hujan, akan ditangani melalui pekerjaan penimbunan dan penataan kembali.
“Kita akan lakukan apa yang menjadi keinginan masyarakat, yaitu mengurug tanah wakaf yang terdampak air lindi ketika hujan,” kata Bobby.
Namun, pelaksanaan pekerjaan tersebut masih harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemkot saat ini tengah menghitung kebutuhan anggaran bersama DLH, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Bobby menyebut, pemerintah akan berupaya memasukkan penanganan tersebut dalam APBD Perubahan 2026. Jika anggaran yang tersedia belum mencukupi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan, pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dan dilanjutkan melalui APBD 2027.
“Kalau memang tahun ini belum bisa semuanya, kita kerjakan dulu yang bisa kita lakukan. Kemudian nanti di 2027, Januari atau Februari, kita lanjutkan supaya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Bobby mengakui persoalan TPA Cikundul menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Pemkot Sukabumi. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena hingga kini pemerintah belum memiliki skema penanganan TPA secara menyeluruh.
“Mohon maaf kepada masyarakat, karena memang kita belum punya skema untuk menangani persoalan TPA ini. Ini menjadi PR kita bersama,” ucapnya.
Selain penanganan lahan makam, Pemkot Sukabumi juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA Cikundul.

Salah satunya dengan mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Pemkot juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait penggunaan teknologi insinerator untuk pengolahan sampah.
Bahkan, pemerintah telah memesan insinerator melalui e-katalog untuk TPS3R Cisarua. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mengolah sampah dari kawasan Cikole setelah melalui proses pemilahan.
Pemkot menargetkan sedikitnya separuh dari 12 TPS3R yang ada di Kota Sukabumi dapat beroperasi secara optimal pada tahun depan. Jika memungkinkan, seluruh TPS3R diharapkan bisa aktif sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA Cikundul dapat ditekan.
Di sisi lain, Bobby mengatakan kemampuan fiskal daerah turut menjadi tantangan dalam menangani berbagai persoalan tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi sekitar Rp1,3 triliun dan mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp159 miliar.
Kondisi tersebut membuat ruang fiskal pemerintah menjadi semakin terbatas, sementara kebutuhan belanja daerah, termasuk untuk sektor kesehatan dan belanja pegawai, cukup besar.
Pemkot juga masih menunggu kepastian terkait kemungkinan pengembalian sebagian TKD. Bobby menyebut terdapat informasi bahwa sejumlah daerah di Jawa Barat telah mendapatkan pengembalian transfer, sementara Kota Sukabumi sebelumnya telah menerima sekitar Rp8 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH).
“Kalau ada tambahan TKD yang dikembalikan, tentu itu bisa membantu kita mempercepat kebutuhan di akhir tahun, termasuk untuk penanganan sampah,” katanya.
Terkait tuntutan warga mengenai sertifikat lahan pengganti makam yang disebut telah dijanjikan sejak era Wali Kota Muslikh Abdussyukur, Bobby mengatakan persoalan tersebut akan kembali dikaji bersama organisasi perangkat daerah terkait, termasuk BPKPD dan Dinas PU.
Meski demikian, Bobby memastikan langkah awal yang akan dilakukan pemerintah adalah memberikan kepastian terhadap penanganan lahan makam yang terdampak di kawasan TPA Cikundul.
“Yang penting hari ini masyarakat dapat kepastian bahwa kita hadir untuk mengurug nanti tanah yang ada di Cikundulnya. Nah, itu dulu, ya. Nanti kita lanjut lagi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
