Wartain.com || Semangat kebersamaan dan sportivitas terasa kental di Kecamatan Warungkiara saat ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kecamatan tahun 2026.
Kegiatan ini digelar di SD Negeri Ubrug, Desa Ubrug, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (15/04/2026), dan dibuka oleh pengawas SD bersama Ketua KKG PJOK Kabupaten Sukabumi. Ajang tahunan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menyalurkan bakat serta mengasah kemampuan di bidang olahraga.
Perwakilan dari seluruh SD di wilayah Warungkiara turut ambil bagian dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Tercatat sebanyak 503 atlet dari 29 sekolah dasar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mencerminkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan pelajar.
Ketua Panitia O2SN Kecamatan Warungkiara, Faisal Dwi Prana Putra, menyampaikan bahwa hampir seluruh sekolah dasar di wilayahnya ikut serta dalam kegiatan ini. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi yang menunjukkan komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa.
“Alhamdulillah hampir semua sekolah ikut ambil bagian. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari pihak sekolah dalam membina siswa,” ujarnya.
Faisal juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar. Ia menambahkan, capaian pada tahun sebelumnya menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk kembali menorehkan prestasi. “Pada O2SN 2025 kita berhasil meraih juara tiga di cabang senam putri.
Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak lagi atlet yang lolos ke tingkat kabupaten,” katanya. Sementara itu, Ketua KKG PJOK Kabupaten Sukabumi, Asep Sukmara, menegaskan bahwa O2SN merupakan program rutin yang memiliki peran strategis dalam menjaring bibit atlet sejak usia dini.
“Ini agenda tahunan yang sangat penting. Harapannya, siswa-siswa kita bisa berkembang dan berprestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi, baik kabupaten, provinsi, maupun nasional,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal disiplin, semangat, dan sportivitas.
Menurutnya, keteladanan guru menjadi faktor utama dalam membangun mental juara pada anak. “Guru adalah contoh bagi siswa. Karena itu, kami berharap para guru dapat terus memberikan teladan yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep berharap O2SN tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sebagai indikator keberhasilan pembinaan olahraga di tingkat kecamatan. Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan O2SN tingkat kabupaten dengan melakukan koordinasi bersama berbagai pihak terkait.
“Persiapan terus kami lakukan, termasuk memastikan fasilitas yang memadai agar para peserta bisa bertanding dengan nyaman,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
