Wartain.com || Ratusan warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang, Selasa (7/4/2026). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, di tengah harga kebutuhan yang masih relatif tinggi pasca Lebaran.
Beragam komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, daging ayam, telur, minyak goreng, tepung terigu, gula, hingga sayuran. Seluruh produk ditawarkan dengan harga di bawah pasaran, dengan selisih yang cukup signifikan.
Salah seorang warga, Eva Susanti (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai pasar murah mampu meringankan beban masyarakat, terutama di saat harga bahan pokok belum sepenuhnya stabil.
“Sekarang beli terigu, beras, dan telur. Harganya lebih murah dibanding di pasar. Sejak puasa memang sudah naik dan sampai sekarang belum turun, paling ayam saja yang mulai sedikit turun,” ujarnya.
Eva berharap harga kebutuhan pokok bisa segera kembali stabil, mengingat dirinya sehari-hari berjualan makanan dan sangat bergantung pada harga bahan baku.
Hal serupa disampaikan Neneng (49), yang datang untuk membeli ayam potong. Ia mengaku senang bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar.
“Tadi beli ayam sama sayuran. Alhamdulillah harganya jauh lebih murah. Di pasar ayam masih sekitar Rp44 ribu sampai Rp45 ribu per kilo, di sini dapat Rp36 ribu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menyampaikan bahwa harga bahan pokok saat ini mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan saat Ramadan dan Idulfitri.
Menurutnya, penurunan harga sudah mulai terjadi sejak 6 April 2026, termasuk harga daging ayam potong yang kini turun menjadi sekitar Rp38 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp44 ribu. Meski demikian, ia mengakui masih ada komoditas yang mengalami kenaikan, seperti daging sapi.
“Secara umum harga sudah mulai stabil. Ayam sudah turun, sementara komoditas lain relatif stabil, kecuali daging sapi yang masih mengalami kenaikan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede setiap hari, serta mempublikasikan hasilnya agar masyarakat mengetahui perkembangan harga terkini.
Ke depan, Diskumindag berkomitmen untuk terus menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti DKP3, Bulog, serta Koperasi Merah Putih dalam penyediaan barang.
“Ini bentuk kolaborasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
