19.5 C
New York
Minggu, Juni 16, 2024

Latest Posts

Sosialisasi Integrasi dan Intensifikasi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi jadi Langkah Nyata Turunkan Stunting di Kota Sukabumi

Wartain.com || Langkah nyata Pemerintah Kota Sukabumi dalam menurunkan angka stunting tertuang pada gelaran Sosialisasi Integrasi dan Intensifikasi Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi bersama Mitra Kerja Tahun 2024.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi tersebut digelar pada Selasa 11/6/2024 di Ruang Pertemuan Kodim 06/07 Kota Sukabumi.

Dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji, kegiatan tersebut turut dihadiri Pj Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Bara, Dandim 06/07, serta aparatur pemerintahan terkait.

Kusmana menuturkan, kegiatan ini dalam kerangka pemahaman terkait KB serta alat kontrasepsi, bagaimana dampak terhadap penurunan angka stunting. Momentum ini juga diharapkan bisa meningkatkan pelayanan Keluarga Berencana dan mencapai target seperti yang diharapkan.

“Hari ini kami telah menunjukan komitmen untuk turut berperan serta dalam mendorong keberhasilan Pembangunan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,” ujar Pj Wali Kota.

Undang-Undang (UU) Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mengamanatkan bahwa penduduk sebagai modal dasar pembangunan merupakan titik sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, UU tersebut juga mengamanatkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah perlu melaksanakan program yang berkaitan dengan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Adapun program kegiatan Pengendalian Penduduk dan Program KB diarahkan melalu upaya-upaya dalam Pengaturan kelahiran melalui penggunaan alat kontrasepsi modern, Pendewasaan usia perkawinan, Peningkatan kualitas keluarga. Pengaturan kelahiran melalui penggunaan alat kontrasepsi modern menjadi salah satu upaya strategis dalam pengendalian jumlah penduduk.

“Alat kontrasepsi modern yang saat ini sedang digencarkan adalah alat kontrasepsi yang termasuk ke dalam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yaitu Metode Medis Operasi Pria (MOP), Medis Operasi Wanita (MOW), Intra Uterine Device (IUD) dan Susuk (Implant),” terangnya.

Dijelaskan Kusmana, data capaian KB di Jawa Barat khusunya di Kota Sukabumi pada tahun 2023 menunjukkan bahwa persentase peserta KB MKJP masih perlu ditingkatkan. Rendahnya penggunaan MKJP mengakibatkan masih tingginya drop out (DO) KB sehingga masih banyak kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD).***

Foto: Dokpim Kota Sukabumi

Editor: Raka A. Firmansyah

(Red)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.