Wartain.com || Di sebuah sudut Desa Buniwangi, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah warung kopi (Warkop) yang berkonsep sederhana namun menjelma menjadi ruang jumpa berbagai kalangan. Warkop Barrans ini bukan sekadar tempat menyeruput kopi, tapi juga ruang berbagi cerita, gagasan, dan kebersamaan. Suasananya hangat, akrab, dan terasa hidup.
Warkop Barrans ini tentu mewakili UMKM muda yang tumbuh dari spirit lokal. Usaha ini dirintis oleh Yuda, pemuda berusia 24 tahun yang juga seorang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Ia memilih jalan wirausaha di usia muda dengan konsep warkop yang merakyat dan tempat nongkrong yang nyaman bagi kaum muda hingga masyarakat umum.
Keputusan membangun Warkop Barrans ini merupakan bukti nyata bahwa kreativitas dan keberanian bisa melahirkan peluang nyata. Diketahui, pendapatan yang diperoleh setiap harinya sekitar Rp300.000, terkadang jika kurang Rp100.000. Capaian demikian bukan semata soal nominal, tapi juga tentang bagaimana Warkop Barrans menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal.
Yuda mengatakan, Warkop Barrans ingin menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang untuk berkumpul, berdiskusi, dan menikmati kopi dengan suasana yang santai.
“Kami ingin menjadi bagian dari komunitas lokal dan membantu mempromosikan potensi Desa Buniwangi,” ujarnya, saat dikonfirmasi jurnalis wartain.com, Senin 19/01/2026.
Warkop Barrans juga menjadi tempat berkumpulnya para pemuda lokal yang ingin mengembangkan ide dan kreativitas mereka. Dengan demikian, Warkop Barrans tidak hanya menjadi tempat ngopi, tapi juga menjadi inkubator bagi para pemuda hebat di Desa Buniwangi.
Dengan konsep yang sederhana namun penuh makna, Warkop Barrans menjadi contoh nyata bahwa UMKM lokal bisa tumbuh dan berkembang dengan dukungan komunitas dan kreativitas yang tinggi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Ujeng)
