Wartain.com || Pesan berantai soal “El Niño merenggut nyawa” ramai beredar di WhatsApp seiring cuaca terik April-Mei 2026. Narasinya menyebut panas ekstrem Mei ini berbahaya dan mematikan. Benarkah demikian?
BMKG meluruskan. Suhu menyengat yang dirasakan bukan gelombang panas atau heatwave. Secara teknis, heatwave butuh anomali 5°C di atas rata-rata selama lima hari berturut-turut. Indonesia sebagai negara ekuator tidak mengalami kondisi itu.
Yang terjadi adalah siklus ekstrem tropis. Penyebab utamanya: gerak semu tahunan matahari yang kini berada tepat di sekitar ekuator. Akibatnya, intensitas penyinaran sangat tinggi dan durasinya lebih lama.
Faktor kedua, minimnya tutupan awan karena masa pancaroba menuju kemarau. Tanpa awan sebagai “payung alami”, radiasi matahari menghantam bumi tanpa hambatan. Tanah menyerap panas maksimal, suhu terasa menyengat meski beberapa daerah tembus 37°C.
Lalu bagaimana dengan El Niño? BMKG memang memantau potensi El Niño 2026. Dampak utamanya bukan “panas mendadak mematikan”, melainkan berkurangnya curah hujan. Risikonya ke depan: kekeringan panjang, krisis air bersih, dan gangguan ketahanan pangan.
Artinya, narasi “El Niño diam-diam merenggut nyawa” tidak tepat dan berpotensi menimbulkan kepanikan. Yang perlu dilakukan adalah waspada, bukan takut berlebihan. Heatstroke tetap jadi risiko nyata tiap kemarau, bukan hanya saat ada El Niño.
Pencegahan paling dasar: jangan tunggu haus. Rasa haus tanda tubuh mulai dehidrasi. Minum air putih rutin tiap jam. Pastikan anak-anak dan lansia cukup cairan karena keduanya paling rentan.
Hindari aktivitas berat pukul 11.00–15.00. Pada jam itu radiasi matahari paling kuat. Jika harus keluar, pakai topi, payung, dan baju katun warna terang. Hindari pakaian hitam karena lebih menyerap panas.
Kenali gejala heatstroke: pusing hebat, mual muntah, kulit kering dan panas, linglung, hingga pingsan. Pertolongan pertama: pindahkan ke tempat teduh, longgarkan pakaian, kompres dengan air biasa, lalu bawa ke faskes terdekat.
Jangan lupakan hewan di sekitar. Sediakan air minum dan tempat teduh untuk hewan peliharaan maupun hewan liar. Langkah kecil ini membantu mereka bertahan di cuaca ekstrem. Terakhir, pantau info resmi dari BMKG. Sebarkan edukasi yang benar, bukan ketakutan. Siap air bersih, jaga kesehatan, dan bijak gunakan air dari sekarang.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
