Wartain.com || Kota Sukabumi kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah pelaksanaan pendidikan calon perwira Polri melalui Program Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang II Tahun 2025. Upacara pembukaan digelar secara khidmat di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Kamis (10/7/2025), dan dipimpin langsung Kalemdiklat Polri, Irjen Pol. Eko Budi Sampurno.
Sebanyak 1.155 peserta dari berbagai daerah mengikuti pendidikan selama empat bulan di Sekolah Pembentukan Perwira (STUKPA) Polri Sukabumi. Mereka terdiri dari 1.098 pria dan 57 wanita, yang telah lolos seleksi ketat untuk mengikuti pendidikan kepolisian tingkat lanjutan ini.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Sukabumi sebagai lokasi pelatihan calon perwira Polri.
“Dipilihnya Sukabumi bukan hanya menjadi kehormatan, tetapi juga peluang strategis bagi daerah untuk terus menunjukkan kontribusi dalam mendukung penguatan institusi negara,” ujar Bobby.
Ia menekankan bahwa kehadiran para peserta didik dari berbagai penjuru Indonesia juga berdampak positif pada dinamika sosial, ekonomi, dan citra Kota Sukabumi sebagai pusat pendidikan kepolisian.
“Ini menjadi sarana penting mempererat hubungan antarwilayah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keamanan nasional,” lanjutnya.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Eko Budi Sampurno menekankan pentingnya pembentukan karakter, integritas moral, dan ketangguhan mental selama masa pendidikan. Ia mengingatkan agar seluruh peserta menjauhi praktik tidak sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan keimanan sebagai fondasi dasar dalam pengabdian.
“Proses ini bukan sekadar pendidikan teknis, tetapi pembentukan pribadi aparat yang tangguh, responsif, dan berkomitmen tinggi pada keadilan dan pelayanan masyarakat,” tegas Eko.
Pemerintah Kota Sukabumi berharap, kegiatan pendidikan ini dapat semakin mengukuhkan peran kota sebagai mitra strategis Polri dan lembaga negara lainnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.
“Semoga pendidikan ini menghasilkan perwira-perwira yang tak hanya kompeten di lapangan, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat,” tutup Bobby.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
