26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

MPLS Perdana Digelar di Sekolah Rakyat SRMP 7 Sukabumi, Fokus pada Kesehatan dan Pembentukan Karakter

Wartain.com || Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tingkat SMP resmi dimulai di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Kabupaten Sukabumi yang berlokasi di Sentra Phalamarta, Kampung Cikiwul Tonggoh, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Senin (14/7/2025).

Sebanyak 100 siswa dari 38 kecamatan di Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan MPLS yang akan berlangsung selama dua pekan ke depan. Mereka terbagi ke dalam 25 rombongan belajar (rombel), dan mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera. Sekolah Rakyat sendiri merupakan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem.

Kepala Sentra Phalamarta Sukabumi, Dian Bulan Sari, menyampaikan bahwa MPLS tahun ini tidak hanya difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga mencakup pembinaan kedisiplinan siswa. Untuk itu, pihak sekolah bekerja sama dengan Koramil setempat dalam penyelenggaraan pelatihan karakter dan disiplin.

“Selain saling mengenal antar siswa dan guru, kegiatan ini juga dirancang untuk membentuk kedisiplinan siswa sejak awal. Kami melibatkan aparat TNI dalam pelatihan ini,” kata Dian.

Hari pertama MPLS juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi guna mendeteksi dini penyakit bawaan yang mungkin dimiliki siswa. Langkah ini dianggap penting agar seluruh siswa bisa mengikuti kegiatan belajar dengan kondisi kesehatan yang terpantau.

“Jika ditemukan siswa yang memiliki penyakit tertentu, kami akan memberikan penanganan agar tetap bisa mengikuti proses belajar dengan baik,” jelas Dian.

Setelah MPLS berakhir, para siswa akan memulai proses pembelajaran formal di lingkungan sekolah berkonsep boarding school ini. Selain mendapatkan pelajaran dari guru, mereka juga didampingi sembilan wali asuh yang berasal dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Peran wali asuh dinilai penting dalam membimbing siswa di luar jam pelajaran sekolah, terutama dalam hal pembentukan karakter.

“Sekolah Rakyat ini tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter siswa. Itulah mengapa wali asuh selalu mendampingi siswa dari pagi hingga malam,” tutur Dian.

Dian juga menambahkan bahwa saat ini, Sekolah Rakyat masih menggunakan bangunan milik Kementerian Sosial RI dan baru membuka pendidikan setingkat SMP. Namun, ke depannya, sekolah ini ditargetkan bisa menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA, seiring dengan kesiapan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten.

Menanggapi hal itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di wilayah Cicurug untuk pembangunan fasilitas permanen Sekolah Rakyat.

“Insyaallah sudah ada lahan di Cicurug. Nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan Sekolah Rakyat ke jenjang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Miftah Ajis (62), salah satu orang tua siswa dari Kecamatan Parungkuda, menyambut baik program ini. Ia mengaku lega dan bersyukur anaknya bisa menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat tanpa beban biaya pendidikan.

“Anak saya sangat semangat. Saya berharap ia bisa meraih cita-citanya. Di sekolah ini, selain pendidikan formal, anak-anak juga dibina secara karakter. Saya yakin ini tempat yang tepat,” ungkapnya.

Menurutnya, sistem asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat sangat membantu dalam mengontrol pergaulan anak-anak dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang kondusif.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.