Wartain.comĀ || Peran aktif masyarakat dalam pemerintahan dinilai sangat penting demi tercapainya tujuan utama bernegara, yaitu kesejahteraan rakyat. Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada peluang pembangunan atau investasi besar-besaran, namun juga mempertimbangkan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan oleh M. Nabil Luthfi Hakim . Ia menegaskan bahwa segala bentuk kebijakan harus dirancang dengan prinsip keberpihakan terhadap rakyat.
“Kesejahteraan rakyat adalah yang paling utama. Jangan sampai pemerintah justru mempersulit masyarakat demi kepentingan jangka pendek atau atas nama pembangunan semata,” ujar Nabil.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi atau proyek-proyek besar, namun melupakan kondisi riil masyarakat. Setiap keputusan harus melalui pertimbangan mendalam terhadap dampaknya pada keseharian warga, khususnya golongan menengah ke bawah.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk terlibat aktif dalam proses pemerintahan. Partisipasi publik, menurut Nabil, adalah salah satu bentuk kontrol sosial agar pemerintah tetap berada di jalur yang benar.
“Tanpa dukungan dan pengawasan masyarakat, pemerintahan bisa kehilangan arah. Maka dari itu, partisipasi masyarakat bukan sekadar pelengkap demokrasi, tapi bagian inti dari sistem yang sehat,” tambahnya.
Nabil mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap isu-isu kebijakan publik. Ia menilai bahwa suara rakyat masih menjadi kekuatan utama dalam membentuk arah kebijakan yang berpihak pada kebutuhan dan harapan masyarakat itu sendiri.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi, keadilan sosial, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, kesejahteraan rakyat tidak bisa dinegosiasikan, dan harus menjadi indikator utama keberhasilan suatu pemerintahan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(MNL)
