26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 21, 2026

Latest Posts

MUI Sukabumi Butuh Pemimpin Berkarakter: Ayomi Umat, Kuatkan Spirit Sukabumi Mubarokah

Wartain.com – Pemimpin yang ditokohkan di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi ke depan harus memiliki aura kepemimpinan, komitmen mengayomi umat, serta membawa suasana sejuk dengan nilai-nilai spiritualisme, kesalehan personal dan sosial.

Sosok tersebut diharapkan mampu terdeteksi umat dan umaro dalam “konteks algoritma kebaikan”, sehingga umat semakin damai, harmonis, dan bahagia dalam menjalankan tradisi agama, meminimalisasi kemaksiatan, serta memperkokoh keimanan untuk hidup lebih agamis.

Kebutuhan Pemimpin di Era Disrupsi

Dalam situasi kekinian di era disrupsi, MUI Kabupaten Sukabumi membutuhkan sosok decision maker atau ketua yang direstui para ulama sepuh.

Ketua MUI harus mampu mengayomi primordialisme pemahaman, merangkul keragaman sebagai sunatullah, serta mempersatukan pluralisme tanpa memecah belah dari latar belakang ormas Islam yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Kriteria yang diharapkan: cakap, humble, kredibel, memiliki nalar kuat, dan spiritualisme mumpuni. Ia juga harus mengedepankan kearifan lokal “kesukuabumian” dengan visi Sukabumi Mubarokah.

“Ketua MUI Kabupaten Sukabumi harus mampu menahkodai institusi, marwah, dan reputasi MUI di hadapan umat,”

Pionir Keteladanan dan Penguat Ukhuwah

Pemimpin MUI juga dituntut menjadi pionir keteladanan atau uswah hasanah bagi umat dan umaro. Tugasnya memperkuat ukhuwah wathaniyah atau kebangsaan, serta menjunjung nilai-nilai patriotisme dalam bingkai NKRI.

Selain itu, MUI harus menjadi rujukan dalam mengeliminasi degradasi moral anak bangsa.

Adagium yang harus dipegang: Bersatu dalam akidah, berjamaah dalam ibadah, toleransi dalam khilafiyah, serta berkolaborasi membangun sinergitas solutif konstruktif dengan pemerintah dan mengedepankan netralitas.

Kawal Visi Sukabumi Mubarokah

Langkah strategis ini untuk menerjemahkan dan mengawal Visi Mubarokah, visi mulia Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi dalam membangun masyarakat yang religius, maju, dan sejahtera.

Ketika ulama dan umaro bergerak dalam satu irama, maka kebijakan publik akan bernapaskan kemaslahatan umat dan kemakmuran bangsa, dalam suasana sejuk, harmonis, namun tetap kritis konstruktif.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian ke depan antara lain: infrastruktur yang harus diperbaiki, kantong-kantong kemiskinan, pelayanan publik yang masih bermasalah, sulitnya lapangan kerja, tingginya PHK, hingga dekadensi moral yang menjadi permasalahan terstruktur.***

Penulis : Asep Saepul Hidayat,S.Pd.I.,S.Sy.,M.M/ Anggota Komisi Organisasi dan Kelembagaan MUI Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2021–2026/  Panitia Musda XII tahun 2026.

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.