Napak Tilas dan Roadmap 2026-2029: Kembali untuk UmmatÂ
Wartain.com – Quo Vadis GPII? Pertanyaan itu dijawab dengan semangat baru. Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menegaskan kembali jati dirinya sebagai sekolah kepemimpinan ummat, bukan ormas biasa.
Dari era Kiyai Abdul Qodir Jaelani, Kiyai Uwen Juwaini, Kiyai Anwar Soleh, S.H pada 1967-1996 sebagai benteng Ahlussunnah dan perlawanan intelektual, hingga era digital di bawah komando Ketum Masri Ikoni, S.H sejak 2017, GPII terus beradaptasi dengan tantangan zaman.
Napak Tilas GPII 1966- Sekarang
1. 1967-1996: Era Orde Baru. Konsolidasi ummat. â3 Serangkai Jawa Baratâ.
2. 1996-1999: Era Reformasi. GPII di garda depan sebagai âparlemen jalananâ.
3. 1999-2003: Era Transisi. Menjaga GPII tetap ideologis dan fokus kaderisasi.
4. 2003-2007: Penguatan jaringan Jabar & Nasional. Masuk ranah kebijakan.
5. 2007-2010: GPII mulai bicara ekonomi, pembangunan, profesionalisme.
6. 2010-2013: Konsolidasi organisasi dan penguatan internal.
7. 2013-2017: Ekspansi dakwah dan advokasi ummat.
8. 2017-Sekarang: Era Digital. Melawan hoax, liberalisasi, dan krisis kepercayaan.
Allahummaghfirlahum warhamhum untuk para pejuang GPII yang telah mendahului. Al-Fatihah.
Komando: GPPII Harus Kembali Berperan untuk UmmatÂ
Menjawab tantangan 2026, GPII merumuskan 3 Peran Utama:
1. Peran Intelektual
Seperti zaman Kiyai Anwar Soleh jago debat dan hukum. Sekarang GPII harus jago: AI, ekonomi digital, UU Perampasan Aset, DANANTARA. Ummat jangan jadi penonton.
2. Peran Moral
Seperti zaman Cak Qodar & Bang Suaib jadi âalarmâ negara. Sekarang alarm harus bunyi lagi. Mengingatkan yang âbelaguâ dan yang âgak bantu rakyatâ.
3. Peran Kaderisasi
Dari Kiyai Uwen sampai Ketum Masri, benang merahnya mencetak kader. Target 2029: kader GPII duduk di legislatif, eksekutif, DANANTARA.
Roadmap Strategis GPII 2026-2029: Ada 3 PilarÂ
PILAR 1: GPII INTELEKTUAL – “JAGO HUKUM, JAGO DATA, JAGO NARASI”
Warisan Kiyai Anwar Soleh dan Ir. Hamka Hendra Noor
1. GPII Law & Policy Center: Mengawal RUU Perampasan Aset, UU Pesantren, Omnibus. Jadi pagar agar UU tidak zalim.
2. GPII Digital Command Center: Tim klarifikasi cepat lawan hoax + produksi konten edukasi 1 menit.
3. Sekolah Kader DANANTARA Rakyat: Cetak 1000 kader paham APBN, ekonomi, koperasi.
PILAR 2: GPII MORAL – “JADI ALARM & JADI SOLUSI”
Warisan Cak Qodar dan Bang Suaib Didu
1. Gerakan “Tahun Ke-2 Harus Bantu”: Audit sosial 6 bulan sekali. Tegur dengan data.
2. GPII Peduli Korban Sistem: Posko bantuan hukum gratis untuk rakyat kecil.
3. Silaturahmi Lintas Generasi: Temukan barokah Kiyai 1967 dengan energi kader TikTok 2026.
PILAR 3: GPII KADERISASI – “SIAPKAN PEMIMPIN 2029”
Warisan Kiyai Abdul Qodir dan Ketum Haji Karman
1. GPII Masuk RT/RW/Koperasi: Bentuk 10.000 Koordinator GPII tingkat kelurahan. âDANANTARAâ dari bawah.
2. “Beresin Team Dulu Tahun 1”: Training 1 tahun penuh: agama, hukum, manajemen. Kader bersih, kapabel, berakhlak.
3. Deklarasi GPII 2029: “Menang Kita Rangkul”: Lawan gagasan bukan orang. Kawal siapa pun yang memimpin.
Ukuran Keberhasilan 2029
Bukan spanduk. Tapi:
1. Berapa UU yang dikawal pro-rakyat
2. Berapa rakyat yang terbantu posko GPII
3. Berapa kader GPII yang duduk dan amanah
Pertanyaan Kepada Kader
Dari 3 Pilar ini mana yang paling urgent kita gerakkan duluan?
A. Intelektual â Biar narasi kita kuat
B. Moral â Biar rakyat langsung ngerasain
C. Kaderisasi â Biar 2029 kita siap menang
D. GPII Command Centerâ Gabungan ketiganya
âPemuda hari ini adalah pemimpin hari esokâ – Subanul yaum rijalul god.
Ini bukan slogan. Ini tanggung jawab.***
Bergerak Bergerak Bergerak!
Inisiator Tim:
Anre Guruta H. Ramat J Kardi dan Saepul Hidayat
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
