Wartain.com – Ketidaksetaraan gender masih menjadi salah satu persoalan sosial yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan pandangan dan perlakuan terhadap laki-laki dan perempuan dalam situasi yang sama menjadi contoh bagaimana pola pikir masyarakat masih dapat menciptakan ketimpangan gender.
Melalui edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, DP3A Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih memahami pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah pandangan terhadap laki-laki dan perempuan yang menunda pernikahan demi mengejar pendidikan atau karier.
Laki-laki yang memilih menunda pernikahan untuk mengembangkan karier sering kali mendapatkan penilaian positif. Namun, perempuan yang mengambil pilihan serupa tidak jarang justru mendapat tekanan untuk segera menikah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pilihan hidup yang sama masih dapat memperoleh penilaian berbeda berdasarkan gender.
Hal serupa juga dapat ditemukan dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak. Peran perempuan dalam mengasuh anak sering dianggap sebagai sebuah kewajiban, sedangkan keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan kerap mendapatkan pujian lebih. Padahal, pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran dan keterlibatan kedua orang tua.
Perbedaan penilaian tersebut dapat memberikan beban kepada laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, diperlukan perubahan pola pikir untuk membangun kehidupan yang lebih adil, saling menghargai, serta memberikan kesempatan yang setara kepada setiap individu.
DP3A Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat, khususnya Wargi Sukabumi, untuk mulai membangun kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender dari lingkungan terdekat, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat.
Dengan membangun cara pandang yang lebih adil dan setara, diharapkan laki-laki dan perempuan dapat menjalankan peran, menentukan pilihan, serta mengembangkan potensi tanpa dibatasi oleh penilaian atau stereotip gender.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
