Mari kita renungkan untaian kalimat dari Ayatullah Sayid Ali Khamenei:
Oleh : Saepul Hidayat/Alumni HMI Sukabumi
Wartain.com – “Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah hari terbitnya matahari kebenaran. Itu adalah hari yang Agung dan penting, yakni hari terungkapnya permata yang tak tertandingi di alam semesta. Kita tidak boleh meremehkan hari kelahiran beliau. Ajaran Nabi SAW adalah ajaran yang sempurna, utuh menyeluruh dan berlaku untuk sepanjang kehidupan. Salah satu pelajaran dari kehidupan dan dakwah Nabi Muhammad SAW adalah konsep pembangunan umat, pembentukan umat Islam.”
Dari statement beliau, kita bisa dalami maknanya dalam 4 poin:
PERTAMA: “Hari terbitnya matahari kebenaran”
Sebelum beliau lahir, dunia diliputi gelap gulita: kezaliman, jahiliyah, perbudakan.
Dengan lahirnya Nabi, “matahari” tauhid terbit. Kegelapan disingkirkan. Cahaya keadilan dan kasih sayang mulai menyinari bumi.
KEDUA: “Hari terungkapnya permata yang tak tertandingi di alam semesta”
Allah SWT sendiri memuji:
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik” – QS. Al-Ahzab: 21
Akhlaknya, ilmunya, kepemimpinannya tidak ada bandingannya. Beliau adalah standar tertinggi bagi manusia.
KETIGA: “Ajaran yang sempurna, utuh menyeluruh dan berlaku sepanjang kehidupan”
Ketika Islam datang, semua ada rule of the game -nya:
– Ekonomi ada aturannya
– Politik ada aturannya
– Keluarga ada aturannya
– Lingkungan ada aturannya
Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”_ QS. Al-Anbiya: 107
KEEMPAT: “Konsep pembangunan umat, pembentukan umat Islam”
Ini poin paling penting. Selain dakwah tauhid, Nabi membangun sistem:
1. Ekonomi: Pasar Madinah tanpa riba. Sistem yang adil sehingga praktik zalim tergilas.
2. Politik: Piagam Madinah menyatukan semua entitas di Madinah dalam satu naungan.
3. Sosial: Persaudaraan Muhajirin-Anshar yang kuat dan solid.
4. Militer & Diplomasi: Untuk menjaga umat. Jihad fi Sabilillahndan Hidup Mulia, Mati Syahid menjadi pegangan.
Pada posisi inilah Rasulullah SAW menjadi _uswatun hasanah_ dalam “membangun sistem”, bukan hanya pribadi. Itulah pemimpin sejati: berilmu, rendah hati, dan bukan pencitraan.
DOA RABI’UL AWAL
“Ya Allah, di bulan kelahiran Nabi ini…
Hidupkan sunnah beliau dalam diri kami.
Jadikan kami umat yang _dibangun_ bukan dirusak.
Jadikan pemimpin kami meneladani cara Nabi membangun umat: dengan keadilan, ilmu, arif dan kasih sayang” (***)
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
