26.7 C
Jakarta
Minggu, April 26, 2026

Latest Posts

Pria di Sukabumi Berjuang Puluhan Tahun Hadapi Penyakit Langka

Wartain.com || Seorang pria asal Sukabumi bernama Abdurohman (46) tengah berjuang melawan penyakit kulit langka yang telah dideritanya sejak kecil. Warga Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi ini hidup bersama ayahnya, Hamdan (70), yang selama ini setia merawatnya.

Kondisi Abdurohman baru terungkap setelah pihak Kelurahan Benteng menerima laporan dari warga sekitar. Lurah Benteng, Tri Hastuti, mengakui bahwa kasus ini sempat luput dari perhatian pemerintah lantaran setiap kali dilakukan pendataan, petugas hanya bertemu dengan ayahnya tanpa mengetahui kondisi anaknya secara langsung.

“Awalnya ada laporan warga. Setelah dicek, ternyata benar, yang bersangkutan mengalami gangguan disabilitas intelektual dan tidak memiliki identitas kependudukan. Dari situlah kami tahu bahwa ia juga mengidap penyakit kulit genetik neurofibromatosis,” ujar Tri, Rabu (27/8/2025).

Neurofibromatosis membuat tubuh Abdurohman dipenuhi benjolan menyerupai kutil. Dulu ia sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bersama ibunya, namun perawatan terhenti sejak sang ibu meninggal sekitar satu dekade lalu. Sejak saat itu, ia hanya mengandalkan perawatan seadanya di rumah.

Menurut Tri, pihak keluarga sempat menutup diri karena alasan tertentu. Namun kini pemerintah setempat bersama sejumlah pihak tengah berupaya melengkapi administrasi kependudukan Abdurohman agar bisa didaftarkan dalam program jaminan sosial, termasuk BPJS Kesehatan.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana langkah penanganan medis bisa segera dilakukan. Kita ingin mencari solusi terbaik bagi warga kami ini,” tambahnya.

Langkah awal telah ditempuh. Pada Senin (25/8) malam, Abdurohman dibawa ke RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk menjalani perawatan. Ketua Tim Penanganan Keluhan dan Humas rumah sakit tersebut, dr. Irfanugraha Triputra, menyebut pasien kini dirawat di ruang Teratai Atas untuk tahap observasi.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan observasi. Tindak lanjutnya menunggu hasil pemeriksaan penunjang yang tentu membutuhkan waktu,” jelasnya.

Kini, harapan baru terbuka bagi Abdurohman setelah bertahun-tahun berjuang dalam keterbatasan tanpa pengobatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.