26.7 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Latest Posts

Tragis, PMI Asal Sukabumi Meninggal di KBRI Kamboja, Keluarga Minta Jenazah Segera Dipulangkan

Wartain.com || Kesedihan mendalam tengah dirasakan keluarga besar almarhum Deni Sugiarto (36), warga Kampung Cidangdeur, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Harapan untuk segera berkumpul kembali dengan putra mereka pupus setelah Deni ditemukan meninggal dunia di toilet Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, Kamis (17/7/2025).

Sebelum meninggal, Deni sempat menghubungi keluarganya melalui telepon. Dalam percakapan itu, ia mengaku tubuhnya terasa sakit dan sedang menuju rumah sakit. Namun di tengah perjalanan, ia singgah ke KBRI untuk mengurus kepulangannya ke tanah air. Tak disangka, justru di tempat itu ia menghembuskan napas terakhir.

Kabar duka ini disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi, Jejen Nurjanah, saat ditemui di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (22/9/2025). Menurutnya, keluarga sangat terpukul, terlebih setelah pihak KBRI menyampaikan bahwa pemulangan jenazah akan menghadapi kendala serius.

“Status Deni dianggap tidak resmi karena ia tidak membawa paspor, dan pekerjaan yang dijalani di Kamboja ternyata terkait jaringan judi online. Pihak KBRI memperkirakan biaya pemulangan mencapai sekitar Rp130 juta, jumlah yang mustahil ditanggung keluarganya,” terang Jejen.

Menanggapi hal itu, SBMI bersama perangkat desa segera mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Luar Negeri, BP2MI, dan instansi terkait. SBMI menegaskan negara wajib hadir memberikan perlindungan bagi pekerja migran, baik yang berangkat resmi maupun tidak, sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2017.

“Kasus ini menjadi alarm keras bahwa praktik perekrutan ilegal masih marak. Banyak warga dijanjikan pekerjaan layak, tapi faktanya mereka dijebak menjadi korban perdagangan orang,” tegas Jejen.

Hasil penelusuran SBMI menunjukkan Deni berangkat ke Kamboja sekitar Agustus 2024 melalui kenalan di media sosial, tanpa jalur resmi. Ia direkrut oleh jaringan penyalur ilegal yang kemudian memaksanya bekerja sebagai operator judi online.

Keluarga kini hanya berharap sederhana: almarhum bisa dimakamkan di kampung halaman. “Kami tidak ingin Deni dikebumikan di negeri orang. Kami mohon pemerintah membantu agar jenazahnya dipulangkan tanpa biaya memberatkan,” pinta pihak keluarga melalui SBMI.

Menurut Jejen, pihaknya juga sudah bersurat kepada Bupati Sukabumi dan Gubernur Jawa Barat untuk meminta dukungan. Sementara dari informasi Kemenlu, KBRI masih berusaha menelusuri perusahaan yang merekrut Deni, sebab hanya perusahaan itu yang berkewajiban menanggung biaya kepulangan. Namun hingga kini, perusahaan dimaksud tidak ditemukan.

SBMI mencatat, Sukabumi termasuk daerah dengan jumlah korban penipuan penyaluran kerja ke luar negeri yang cukup tinggi. Karena itu, Jejen menekankan pentingnya peran pemerintah pusat maupun daerah untuk memperketat pengawasan, menindak tegas calo dan sindikat, serta meningkatkan edukasi di desa-desa.

“Jangan sampai tragedi yang menimpa Deni terulang pada pekerja migran lain. Perlindungan negara harus nyata, bukan hanya di atas kertas,” pungkas Jejen.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.