26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 26, 2026

Latest Posts

Kualitas Makanan Program MBG di Sukaraja Dikeluhkan Wali Murid, Dapur Bantah Tak Sesuai Standar

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan dari sejumlah orangtua siswa penerima manfaat. Mereka menyoroti kualitas makanan yang disediakan dapur pelaksana di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khasanah Ibu Bahagia yang berlokasi di Kampung Neglasari, Desa Pasirhalang.

Salah satu wali murid SDN 4 Pasirhalang, Rizki Lestari (36), mengaku kecewa dengan mutu makanan yang dikirim ke sekolah. Ia menilai, beberapa menu kerap tak layak konsumsi.

“Anak saya pernah dapat jeruk busuk, lalu diganti salak kecil yang juga busuk. Kadang ayamnya bau, sayur asam, bahkan pernah ada ulat di sawi. Anak-anak jadi malas makan,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Menurut Rizki, keluhan semacam ini sudah sering disampaikan ke pihak dapur maupun sekolah, namun perbaikan yang dijanjikan tak kunjung terlihat. “Telurnya kadang didadar tipis untuk dua kotak makan, padahal anak-anak ingin telur utuh. Saya curiga bahan-bahannya juga bukan yang segar,” tambahnya.

Selain soal lauk, porsi camilan juga dinilai tak sesuai. “Katanya snack dua item, tapi sering cuma satu. Kalau ditanya, alasannya sibuk dan kejar waktu,” katanya.

Ketua PK KNPI Kecamatan Sukaraja, Agus Mulyana, membenarkan adanya laporan dari para orangtua terkait mutu makanan di dapur MBG tersebut. Ia bahkan mengaku telah meninjau langsung lokasi dapur.

“Saat dicek, ternyata tidak ada tenaga ahli gizi atau juru masak profesional. Yang masak ibu-ibu rumah tangga biasa. Padahal ini program besar dan harus dikelola secara profesional,” ujarnya.

Agus juga menyoroti soal bahan pangan dan transparansi anggaran.“Bahan makanan malah banyak diambil dari Cianjur, bukan dari petani Sukabumi. Padahal tujuannya untuk menggerakkan ekonomi lokal. Nilai per porsi katanya Rp10.000, tapi kualitasnya jelas tidak sepadan,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh agar program tidak melenceng dari tujuannya. “Kalau dibiarkan, ini bukan lagi makan bergizi gratis, tapi bisa jadi makan berisiko gratis,” sindir Agus.

Kepala SDN 4 Pasirhalang, Herni Idawati, mengakui pihaknya memang sempat menyampaikan beberapa keluhan kepada dapur MBG. Namun menurutnya, pengelola selalu menanggapi dengan cepat.

“Waktu jeruk sempat ada yang busuk, besoknya langsung diganti. Jadi sejauh ini tetap ada tanggapan cepat,” ujar Herni.

Ia menilai, meski variasi menu masih perlu ditingkatkan, program MBG tetap membawa manfaat besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Programnya bagus, hanya perlu pengawasan lebih ketat agar kualitas makanan tetap terjaga,” jelasnya.

Pengelola Yayasan Khasanah Ibu Bahagia, Milenito S, menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap kritik dan segera menindaklanjuti setiap laporan dari sekolah maupun orangtua.

“Kalau ada makanan yang kurang baik, langsung kami ganti hari itu juga. Kami produksi ribuan porsi per hari, kadang ada satu-dua yang terlewat, tapi kami selalu tanggung jawab,” jelasnya.

Ia menegaskan proses produksi makanan dilakukan sesuai standar kebersihan dan gizi. “Kami punya sistem kontrol mutu internal dan selalu memastikan bahan segar serta higienis,” tegas Milenito.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.