Wartain.com || Dalam upaya memperkuat ekonomi perdesaan, kolaborasi antara Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi sebuah langkah strategis yang patut didorong dan diperluas. Kerja sama ini bukan sekadar sinergi kelembagaan, tetapi juga menjadi jawaban konkret terhadap berbagai tantangan struktural yang selama ini membelenggu ekonomi desa.
Kopdes Merah Putih hadir sebagai entitas yang berbasis pada semangat gotong royong dan kepemilikan bersama. Sementara BUMDes dibentuk dengan mandat untuk mengelola potensi dan aset desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika keduanya bersatu dalam satu visi, maka lahirlah peluang besar untuk menciptakan sistem ekonomi desa yang kuat, berdaya saing, dan mandiri.
Selama bertahun-tahun, desa-desa di Indonesia kerap terjebak dalam jeratan sistem ekonomi yang timpang, salah satunya melalui praktik tengkulak dan sistem ijon yang menggurita. Petani dan pelaku usaha desa tak punya pilihan selain menjual hasil panennya kepada pihak yang menawarkan dana lebih dulu, meski dengan harga yang sangat rendah. Ketergantungan inilah yang perlahan-lahan harus diurai.
Untuk menjawab semua tantangan ekonomi desa tersebut, DPMD Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan DPMD Kabupaten Sukabumi, menggelar Sosialisasi pentingnya kolaborasi gerak usaha antara Kopdes Merah Putih dan BumDes yang ada di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, yang berjumlah 10 desa, bertempat di Aula Kecamatan Nagrak, Selasa 11/11/2025.
Ditemui wartain.com usai acara, Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat (PUEM) DPMD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Kosim mengatakan bahwa kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan BumDes yang ada di masing-masing desa sangat diperlukan dalam melakukan kegiatan usahanya.
“Kolaborasi Kopdes dan BUMDes dapat menjadi solusi untuk memutus mata rantai ketergantungan ini. Melalui koperasi, masyarakat bisa mendapatkan akses permodalan dan pembiayaan dengan skema yang adil dan transparan. Di sisi lain, BUMDes bisa berperan sebagai offtaker, penyedia pasar, hingga pengelola distribusi hasil pertanian atau produk lokal desa,” kata Kosim.
“Skema ini membuka ruang bagi petani untuk memperoleh harga yang lebih baik, serta keuntungan yang lebih besar bagi desa secara keseluruhan,” tambah Kosim.

Kosim menegaskan, asa dan harapan ini tentu tak bisa berjalan sendiri tanpa penguatan kelembagaan. Profesionalisme dalam tata kelola menjadi kunci utama agar kolaborasi ini tidak hanya bersifat formalitas, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengurus koperasi dan manajemen BUMDes harus dibekali kapasitas manajerial, pengetahuan bisnis, serta integritas tinggi dalam mengelola sumber daya desa,” tegas Kosim.
Kosim juga menjelaskan, bentuk kolaborasi tersebut harus di dukungan dengan regulasi dan pendampingan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. “Regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat desa, disertai mekanisme pengawasan yang transparan, akan menjadi fondasi penting dalam mengembangkan model ekonomi desa yang berkelanjutan,” pungkas Kosim.
Senada, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) DPMD Kabupaten Sukabumi, Yanyan Setiawan mengungkapkan, Kolaborasi Kopdes Merah Putih dan BumDes bukan hanya tentang kelembagaan ekonomi, melainkan tentang membangun masa depan desa.
“Kehadiran Kopdes dan BumDes harus menjadi masa depan ekonomi pedesaan, dimana masyarakat tidak lagi menggantungkan hidup pada belas kasih pasar bebas, tetapi mampu berdiri tegak dengan kekuatan sendiri. Di sinilah kemandirian ekonomi desa akan tumbuh, dari desa untuk Indonesia,” ungkap Yanyan.
Yanyan melanjutkan, kehadiran Kopdes Merah Putih dan BumDes harus menjadi lokomotif pemberdayaan ekonomi masyarakat desa masing-masing.
“Titik tekannya adalah, Kopdes dan BumDes harus saling bersinergi untuk memajukan perekonomian. Tidak harus saling sikut, kuncinya saling berbagi peran demi pemberdayaan masyarakat desa,” tutup Yanyan.
Sementara itu, Camat Nagrak Adang Sutianda, S.IP, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi kolaborasi Kopdes dan BumDes yang diinisiasi oleh DPMD Provinsi Jawa Barat dan DPMD Kabupaten Sukabumi.
“Saya atas nama pemerintah Kecamatan Nagrak menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi atas gelaran ini. Semoga semua Kopdes dan BumDes yang sudah terbentuk, bisa berkolaborasi untuk memajukan perekonomian desanya,” ucap Adang singkat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
