Sekumpulan Seniman Bandung Gelar “Kesaksian” Memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia
Wartain.com || Dalam rangka memperingati hari Hak Azasi Manusia Sedunia 10 Desember 2025 di Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi No7 Bandung. Para seniman Bandung merespon berbagai hal tindakan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) dengan bentuk ekspresi: musik, teater, baca puisi, performance art, tari, melukis, dan orasi.
Bentuk ekspresi tersebut merepresentasikan ingatan pada sejarah kelam kuasa tidak berprikemanusiaan kekejaman kebijakan Pemerintah Orde Baru. Seperti: pembunuhan massal 1965, korban kerusuhan Malari 1973-1974, korban pembantaian masyarakat Talangsari 1989, korban kekerasan haur koneng Kuningan 1993, korban penembakan misterius (petrus) 1982-1985), kasus Tanjung Priok 1984, penghilangan paksa para aktivis pro-demokrasi 1997-1998, peristiwa penembakan mahasiswa trisakti 12 Mei 1998, korban kerusuhan pada masyarakat keturunan tionghoa 13-14 Mei 1998, dan seterusnya
Selain itu perusakan lingkungan di Sumatra, Aceh dan Jawa Barat yang mengakibatkan bencana banjir bandang, ribuan orang terkena imbasnya. Persoalan mafia tanah yang berdampak pada tindakan kekerasan pada rakyat, dan Negara tidak hadir, Hal itu pun bagian pelanggaran HAM.
Bentuk ekspresi lain nya para seniman Bandung mengutuk keras tindakan Israel tanpa rasa kemanusiaan telah membunuh jutaan rakyat Palestina.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
