26.7 C
Jakarta
Kamis, Oktober 29, 2026

Latest Posts

Akses Wisata Pajampangan Lumpuh Total, Jalan di Kampung Cimapag Sukabumi Amblas hingga 5 Meter

Wartain.com || Akses utama menuju kawasan wisata Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, terputus total setelah badan jalan di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, mengalami amblas pada Kamis (18/12/2025) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut membuat seluruh jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul Haris, menyampaikan bahwa penanganan awal di lokasi dilakukan secara bersama-sama oleh warga, aparat kepolisian, serta unsur PUPR. Fokus utama saat ini adalah evakuasi kendaraan yang sempat terjebak sebelum jalur benar-benar tidak bisa dilewati.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul setengah enam pagi. Saat ini kami dibantu masyarakat dan PUPR untuk mengevakuasi kendaraan yang terjebak di jalur menuju kawasan wisata Pajampangan, tepatnya di Kampung Cimapag,” ujar Arif di lokasi kejadian.

Menurutnya, amblesnya badan jalan cukup parah. Kedalaman kerusakan diperkirakan mencapai sekitar lima meter dengan panjang ruas jalan yang terdampak kurang lebih 50 meter. Kondisi medan yang curam membuat jalur tersebut sama sekali tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

“Sudah dipastikan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Di bagian depan lokasi kejadian juga sempat terjadi longsor susulan, ini masuk jalur Sabuk Geopark Ciletuh,” jelasnya.

Arif menambahkan, longsor kembali terjadi di titik lain yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasi awal pada pukul 11.00 WIB. Ia juga menyebut bahwa beberapa bulan sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di kawasan tersebut.

Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas menuju Pajampangan dialihkan melalui jalur Lengkong. Sementara itu, jalur Sabuk Geopark Ciletuh dilaporkan tidak dapat digunakan karena terdampak longsor. Petugas kepolisian telah memasang rambu peringatan serta melakukan penjagaan untuk mencegah pengendara mendekati area berbahaya.

Sementara itu, seorang warga sekaligus pengendara, Asep Unus (58), mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak malam hari. Ia mengaku sempat melihat adanya retakan di badan jalan, meski saat itu kondisi jalan masih tampak aman.

“Saya sampai di sini sekitar pukul 05.45. Dari malam memang sudah ada retakan kecil, tapi jalannya masih terlihat landai. Begitu hendak lewat, tiba-tiba langsung amblas,” tuturnya.

Asep menambahkan, penurunan badan jalan berlangsung sangat cepat dan terus berlanjut dalam waktu singkat. Bahkan dalam kurun waktu sekitar 30 menit, kondisi jalan semakin parah.

“Dari jam lima sampai sekarang jalannya terus turun. Dalam waktu sekitar 30 menit kondisinya makin parah,” ujarnya.

Saat kejadian, Asep tengah dalam perjalanan menuju Surade untuk mengantarkan sembako. Hingga saat ini, petugas bersama warga masih berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan serta memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.