Wartain.com || Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperkuat komunikasi dengan kalangan media. Dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers se-Kota Sukabumi di Rumah Dinas Wali Kota, Ahad (1/3/2026), Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki memaparkan sejumlah agenda prioritas pembangunan.
Dalam dialog tersebut, Ayep menegaskan bahwa media merupakan salah satu unsur penting dalam mata rantai pentaheliks pembangunan. Ia mengibaratkan tata kelola pemerintahan seperti hubungan imam dan makmum yang harus selaras agar tujuan bersama tercapai.
Ia menekankan bahwa membangun Kota Sukabumi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai elemen, termasuk wartawan. Pasca dinamika Pilkada, ia berharap insan pers kembali fokus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap profesionalisme wartawan, pemerintah kota juga berencana memfasilitasi perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan serta mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar standar jurnalistik di Sukabumi semakin berkualitas,” ujarnya.
Selain membahas penguatan sinergi dengan media, Ayep juga menyoroti langkah pembenahan tata kelola keuangan daerah. Ia mengungkapkan bahwa retribusi Pasar Marema kini berhasil ditertibkan dan seluruh pendapatannya masuk secara resmi ke kas daerah.
Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), pemerintah kota berhasil menyetorkan Rp170 juta dari pengelolaan lapak Pasar Marema, sekaligus memutus potensi kebocoran pendapatan yang sebelumnya tidak tercatat optimal.
Di sektor infrastruktur, perbaikan Jalan Merbabu, Gunungpuyuh, tetap akan dilaksanakan meski sempat terkendala persoalan teknis pada sistem input bantuan provinsi. Wali Kota memastikan perbaikan dilakukan menggunakan dana APBD.
Ia juga menyampaikan perubahan standar pengerjaan jalan di Kota Sukabumi. Jalan-jalan yang rentan rusak, seperti Jalan Gudang, tidak lagi langsung diaspal, melainkan dicor terlebih dahulu sebelum dilapisi aspal agar lebih kuat dan tahan lama.
“Pemkot juga akan merevitalisasi trotoar lama dan merapikan kabel utilitas menjadi satu tiang, seperti yang mulai diuji coba di Jalan Bhayangkara, sebagai langkah antisipasi menyambut kehadiran Tol Bocimi seksi III,” tambahnya.
Persoalan lingkungan turut menjadi perhatian, terutama terkait tingginya volume sampah. Pemerintah kota kini fokus pada penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yang memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif dan nantinya dapat dimanfaatkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Sementara itu, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menekan angka pengangguran di wilayah seluas 48 kilometer persegi, Pemkot Sukabumi menyiapkan strategi penyaluran tenaga kerja melalui program P2MI pada 2026.
Menutup pertemuan, Ayep mengajak seluruh pihak untuk bersaing secara sehat dalam kebaikan serta menghindari ujaran kebencian. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mencari dan memberdayakan putra-putri terbaik demi mendorong kemajuan Kota Sukabumi.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
