26.7 C
Jakarta
Selasa, Mei 26, 2026

Latest Posts

UMKM Gorengan Abah Nu Biasa di Palabuhanratu Laris Manis, Bertahan 12 Tahun dengan Cita Rasa Khas

Wartain.com || Gorengan Abah Nu Biasa atau yang akrab disapa warga sebagai Gorengan si Abah. Abah (65) cukup sukses dalam menjalani usaha gorengannya dan menjadi salah satu UMKM kuliner yang cukup dikenal di Palabuhanratu tepatnya di Jalan Raya Pangsor, Kampung Jembatan Dua, Palabuhanratu.

Usaha gorengan yang sederhana ini setiap hari tak pernah sepi pembeli, terutama menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan. Kehadirannya menjadi pilihan favorit masyarakat sekitar yang ingin menikmati camilan hangat dengan cita rasa khas.

Berbagai jenis gorengan tersedia di lapak milik Abah, mulai dari kroket, bakwan, gehu, hingga goreng tempe. Seluruh gorengan dijual dengan harga terjangkau, dimulai dari Rp1.000 per potong.

Selain rasanya yang gurih dan renyah, serta sambal kacang pedas racikan Abah menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pelanggan ketagihan.

Abah menuturkan, usaha ini telah ia rintis sejak 12 tahun lalu dengan penuh perjuangan. “Saya mulai jualan dari nol, dulu cuma coba-coba untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Alhamdulillah sekarang sudah 12 tahun berjalan. Kuncinya sabar, konsisten, dan selalu jaga rasa supaya pelanggan tidak kecewa,” ujar Abah saat ditemui di lapaknya.

Abah menekuni usaha gorengan ini dengan penuh optimisme. Ia dikenal ramah dan murah senyum kepada setiap pembeli yang datang. Sikapnya yang bersahaja membuat pelanggan merasa nyaman dan tak segan kembali membeli.

“Intinya kita harus Istiqomah dan yakin, dan berikan kenyamanan ke pembeli Insyaallah,” tambahnya.

Di luar bulan Ramadhan, Gorengan si Abah biasanya mulai buka pukul 16.00 WIB. Meski baru sore hari, pembeli sudah mulai berdatangan dan biasanya dagangannya selalu habis sebelum pukul 21.00 WIB. Hal tersebut menjadi bukti bahwa usaha kecil ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Memasuki bulan Ramadhan, suasana di lapak Abah semakin ramai. Pembeli kerap mengantri untuk mendapatkan gorengan hangat sebagai menu takjil berbuka puasa.

Pada momen Ramadhan, Abah biasanya biasa dibantu oleh sang istri agar pelayanan tetap cepat dan maksimal.

Salah satu pelanggan setia, Yuda (23), mengaku sudah lama menjadi penikmat gorengan Abah. “Rasanya beda dari yang lain, apalagi sambalnya pedasnya pas. Harganya juga murah, jadi cocok buat semua kalangan. Kalau Ramadhan pasti saya bela-belain antre,” kata Yuda.

Dari usaha sederhana tersebut, Abah mampu meraup omzet harian berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000, tergantung tingkat keramaian. Angka tersebut cukup membantu perekonomian keluarga dan menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu bertahan dan berkembang dengan konsistensi.

Ke depan, Gorengan Abah Nu Biasa berencana mengurus legalitas usaha agar semakin berkembang dan mendapat kepercayaan penuh di pelanggan.

Dengan cita rasa khas, harga terjangkau, serta pelayanan yang ramah, Gorengan si Abah terus menjadi primadona di Palabuhanratu.

Kisahnya menjadi inspirasi bahwa kerja keras, konsistensi, dan optimisme dapat mengantarkan sebuah UMKM sederhana bertahan lebih dari satu dekade dan dicintai banyak orang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.