Wartain.com || Semen Padang FC harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi BRI Super League yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam. Meski tampil menekan sepanjang laga, tim tuan rumah gagal mengonversi dominasi mereka menjadi gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Berdasarkan data statistik, skuad “Kabau Sirah” sebenarnya memegang kendali penuh dengan penguasaan bola mencapai 63% berbanding 37% milik Laskar Mataram. Kreativitas serangan tuan rumah terlihat dari 14 peluang yang tercipta serta 51 sentuhan di dalam kotak penalti lawan. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama setelah dari 22 percobaan tembakan, hanya 2 yang mengarah tepat ke gawang.
Hasil imbang ini kian memperberat langkah Semen Padang FC yang masih terseok-seok di zona degradasi. Tambahan satu poin tidak cukup untuk mengangkat posisi mereka dari peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Super League. Di sisi lain, PSIM Yogyakarta menunjukkan pertahanan yang sangat solid dengan catatan 25 kali sapuan (clearances) demi mengamankan poin tandang. Keberhasilan mencuri poin di Padang ini membuat Laskar Mataram tetap kokoh bersaing di papan tengah, tepatnya di posisi kedelapan.
Laga ini menjadi catatan evaluasi besar bagi lini depan Semen Padang yang tampil kurang klinis meski unggul jauh dalam jumlah operan, yakni 472 operan dengan akurasi mencapai 85%. Sebaliknya, bagi PSIM Yogyakarta, kedisiplinan menjaga area sepertiga akhir dari 58 serangan lawan menjadi kunci sukses mereka tetap berada di jalur positif klasemen musim ini.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
