Wartain.com || Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendorong geliat ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Bazar Culinary Ramadan yang digelar di kawasan Gelanggang Cisaat selama tujuh hari.
Pada hari ketiga pelaksanaan, bazar yang diinisiasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi tersebut menghadirkan 35 pelaku UMKM binaan yang menawarkan beragam menu kuliner, mulai dari takjil hingga hidangan berbuka puasa.
Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuti Harahap, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukanlah agenda baru.
Menurutnya, bazar Ramadan telah lama menjadi program tahunan yang bertujuan memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan makanan selama bulan puasa.
“Program ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama, bahkan sejak masa kepemimpinan Ibu Yani Marwan. Waktu itu Pak Bupati juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas KUKM. Jadi kegiatan ini memang rutin setiap Ramadan karena kita tahu masyarakat banyak mencari takjil maupun makanan untuk berbuka,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Bazar yang berlangsung mulai 2 hingga 8 Ramadan ini diisi oleh UMKM yang telah melalui proses seleksi dan kurasi oleh DKUKM. Hal tersebut dilakukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan kuliner masyarakat selama Ramadan.
“UMKM yang terlibat semuanya merupakan binaan kami. Jumlah pelaku usaha sebenarnya sangat banyak di Kabupaten Sukabumi, tetapi kami memilih yang mewakili jenis kuliner tertentu dan sudah melalui proses kurasi. Saat ini ada 35 tenant yang berpartisipasi,” jelasnya.
Beragam pilihan makanan tersedia di lokasi bazar, di antaranya mie hijau, donat, risol, berbagai jenis kudapan, hingga sate. Sejak hari pertama, kegiatan ini mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat yang datang untuk mencari menu berbuka puasa.
Terkait target penjualan, DKUKM tidak menetapkan angka khusus. Hal itu karena bazar ini terbuka bagi masyarakat umum, sehingga jumlah transaksi sulit diprediksi sejak awal.
“Kami tidak menetapkan target tertentu. Memang ada kupon yang dibagikan kepada perangkat daerah, tetapi bazar ini terbuka untuk umum sehingga jumlah pembeli dari luar tidak bisa dipastikan. Nanti di akhir kegiatan kami akan menghitung total perputaran uang berdasarkan laporan omzet harian dari seluruh tenant,” terangnya.
Untuk menarik lebih banyak pengunjung, promosi kegiatan dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika serta media sosial pemerintah daerah. Sri berharap kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat luas, bukan hanya kalangan aparatur pemerintah.
“Kami terus mempromosikan melalui media sosial dan dukungan Diskominfo. Dari dua hari pertama terlihat pengunjung dari masyarakat umum cukup banyak. Harapannya memang masyarakat luas yang datang berbelanja, sehingga produk UMKM kita semakin dikenal dan usahanya bisa terus berkembang,” katanya.
Selain aktivitas jual beli, bazar Ramadan ini juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan pendukung, seperti penampilan anak-anak TK, SD, dan PAUD, lomba musikalisasi islami, lomba menggambar, hingga santunan bagi anak yatim yang akan digelar pada hari penutupan.
Salah seorang pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi, Dahlia, mengaku merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Ia menyebut penjualan produknya mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan berjualan dari rumah.
“Alhamdulillah penjualannya lancar dan cukup laris,” ujarnya.
Pada hari ketiga penyelenggaraan, Dahlia mengaku bisa memperoleh laba bersih sekitar Rp300 ribu per hari setelah dikurangi biaya belanja bahan dan kebutuhan lainnya. Menurutnya, omzet yang didapatkan di bazar bisa meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan berjualan di rumah.
“Kalau dibandingkan jualan di rumah, di sini omzetnya jauh lebih besar. Peningkatannya bisa sampai lima kali lipat,” ungkapnya.
Menariknya, usaha yang dijalankan Dahlia merupakan bagian dari kegiatan Sekolah Alam yang melibatkan orang tua dan anak-anak dalam mengenalkan kearifan lokal. Produk yang dijual merupakan hasil kreasi para orang tua untuk mendukung program pembelajaran anak.
“Biasanya saya jualan di rumah, tapi kali ini gabungan orang tua dalam program sekolah alam. Anak-anak sedang melakukan eksplorasi tentang kearifan lokal. Nantinya mereka juga akan melakukan perjalanan ke Gresik untuk mempelajari kehidupan masyarakat yang masih kental dengan nilai lokal,” jelasnya.
Melalui bazar ini, DKUKM Kabupaten Sukabumi berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
