26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Polisi Masih Buru Pelaku Pembacokan Lima Juru Parkir di Cikole Sukabumi

Wartain.com || Polres Sukabumi Kota masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembacokan terhadap lima juru parkir yang terjadi di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Hingga kini, aparat kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penanganan oleh penyidik. Pihaknya masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

“Untuk sampai saat ini itu sudah kita lakukan penanganan dan tetap kita lakukan pendekatan hukum. Saat ini masih dalam pemeriksaan, semua masih dalam pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Sentot, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan kriminal di wilayah hukumnya. Menurutnya, setiap pelanggaran hukum yang terjadi akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Yang perlu kami ingatkan bahwa di sini tidak ada toleransi untuk pelanggar hukum. Sehingga apapun pelanggaran hukum atau kejahatan yang dilakukan itu akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Diketahui, insiden pembacokan tersebut terjadi pada Senin (9/3/2026) di depan sebuah minimarket di Jalan R.E.
Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Saat kejadian, beberapa juru parkir tengah berada di lokasi ketika sekelompok orang datang menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam.

Salah seorang saksi yang juga juru parkir di lokasi, Ferdiansyah alias Boim (40), mengungkapkan bahwa serangan terjadi secara mendadak. Ia menyebut para pelaku datang berkelompok dengan membawa senjata tajam seperti celurit dan samurai.

Boim mengatakan bahwa sebelumnya persoalan mengenai pengelolaan parkir di lokasi tersebut sebenarnya telah dibicarakan dan dianggap selesai oleh kedua belah pihak.

“Sebenarnya masalah parkiran itu sudah clear. Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan bersama. Saya juga sempat datang untuk menemui saudara iyong, tapi orangnya tidak ada,” ujarnya.

Akibat peristiwa tersebut, lima juru parkir berinisial FF, HK, AH, OG, dan KK mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, muncul pula versi berbeda dari pihak kelompok yang disebut sebagai pihak Iyong. Perwakilan kelompok tersebut, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa kejadian itu bukan penyerangan sepihak, melainkan bentrokan antara dua kelompok yang sama-sama berada di lokasi.

Farhan mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya sempat berupaya membicarakan pengelolaan parkir dengan pihak Boim agar dapat dikelola bersama.

“Di situ kita minta mengelola bareng-bareng parkiran, tanggapan dari adiknya Boim pun baik dan sepakat untuk mengelola bersama,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa dalam peristiwa tersebut tidak hanya pihak juru parkir yang mengalami luka, tetapi dua orang dari kelompoknya juga mengalami luka pada bagian tangan dan kaki.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.