26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Ribuan Warga Muhammadiyah Sukabumi Salat Id di Kampus UMMI, Suasana Khidmat dan Tertib

Wartain.com || Ribuan warga Muhammadiyah di Sukabumi memadati kawasan Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Jumat (20/3/2026) pagi, untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah.

Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dengan diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Selain memenuhi area masjid kampus, jamaah juga meluber hingga ke ruas Jalan R Syamsudin SH, tepat di depan Kampus UMMI.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Iu Rusliana, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri hari ini merupakan bagian dari keyakinan yang didasarkan pada perhitungan ilmiah yang menjadi pedoman Muhammadiyah.

“Hari ini Muhammadiyah, termasuk umat Islam di sejumlah negara, telah melaksanakan Idulfitri. Ketika sudah diyakini waktunya, maka kita diwajibkan berbuka dan tidak diperkenankan lagi berpuasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap menghormati keputusan pemerintah yang menetapkan Idulfitri pada hari berikutnya. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang lumrah dan perlu disikapi dengan sikap saling menghargai.

“Kita tetap menghormati saudara-saudara kita yang masih menjalankan ibadah puasa. Perbedaan ini harus menjadi ruang untuk saling memahami, karena masing-masing memiliki dasar keilmuan dan pertimbangan keagamaan,” katanya.

Iu juga menyinggung upaya Muhammadiyah dalam mendorong penggunaan kalender hijriah global tunggal sebagai solusi jangka panjang untuk menyatukan penentuan waktu ibadah umat Islam. Namun, ia mengakui bahwa hal tersebut masih membutuhkan proses yang tidak singkat.

Dalam momentum Idulfitri, ia turut mengingatkan pentingnya kembali kepada fitrah serta meningkatkan ketakwaan. Sikap saling memaafkan dan mampu menahan amarah menjadi bagian dari nilai yang harus diwujudkan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Ia menambahkan, Muhammadiyah sebagai organisasi yang berdiri sejak 1912 telah memiliki peran panjang dalam dakwah, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, ia berharap praktik keagamaan yang dijalankan Muhammadiyah dapat dipahami sebagai bagian dari ekspresi beragama yang sah.

“Kami berharap semua pihak dapat saling menghormati. Dinamika yang terjadi seharusnya disikapi dengan dialog, bukan diperbesar,” tandasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.