26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Latest Posts

Jemaah Soraki Wali Kota Saat Salat Id di UMMI, Polemik Izin Lapang Merdeka Jadi Sorotan

Wartain.com || Ribuan jemaah memadati halaman Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) saat pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Suasana yang semula khidmat mendadak berubah riuh ketika Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, hendak menyampaikan sambutan di hadapan jemaah.

Sorakan tersebut merupakan bentuk protes atas kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang menolak izin penggunaan Lapangan Merdeka sebagai lokasi pelaksanaan salat Id bagi warga Muhammadiyah. Akibatnya, jemaah membludak hingga ke Jalan R. Syamsudin SH karena keterbatasan area kampus.

Sejumlah jemaah menilai keputusan tersebut mencerminkan kurangnya konsistensi pemerintah dalam menjunjung toleransi, khususnya di internal umat Muslim. Rozak Daud, jemaah asal Kecamatan Cikole, menilai penolakan fasilitas publik itu sebagai gambaran minimnya dukungan terhadap perbedaan.

“Secara prosedural sudah kami ajukan jauh-jauh hari. Walaupun pemerintah punya hak menolak, ini gambaran bahwa pemerintah tidak toleran di internal umat Muslim sendiri,” kata Rozak.

Kekecewaan jemaah juga dipicu oleh janji politik saat Pilkada lalu yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi saat ini.

“Janji seorang calon pemimpin saat itu ternyata jauh dengan praktiknya hari ini. Kami menganggap pemerintah tidak adil. Apa yang diucapkan dalam pidato tadi tidak sejalan dengan praktik kekuasaannya,” tambahnya.

Meski mendapat sorakan dari jemaah, Ayep Zaki tetap naik ke mimbar dan menyampaikan sambutan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026) mengikuti ketetapan pemerintah pusat, namun tetap merangkul warga yang telah merayakan lebih awal. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan yang dinilai kurang berkenan.

“Kami memohon maaf apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi kurang berkenan. Kedepannya, kami akan senantiasa merangkul seluruh warga dan berdialog untuk mencari solusi terbaik,” ungkap Ayep Zaki.

Hingga rangkaian ibadah selesai, situasi tetap kondusif meski arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat membludaknya jemaah.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana, mengajak warga Muhammadiyah untuk menyikapi polemik tersebut dengan lapang dada dan tetap menjaga kondusivitas.

“Kalau ada miskomunikasi, kita harus memaafkan dan menahan emosi. Itu bagian dari bukti keberhasilan ibadah Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang membuka ruang dialog dengan organisasi keagamaan.

“Tadi Pak Wali Kota juga hadir dan menyampaikan permohonan maaf. Ini bukan soal siapa memaafkan siapa, tetapi bagaimana kita membangun sikap yang proporsional dan saling memahami,” katanya.

Menurutnya, mekanisme pengajuan penggunaan Lapangan Merdeka sebenarnya telah ditempuh oleh pihak Muhammadiyah. Namun ia menegaskan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik.

“Kita jaga kondusivitas. Muhammadiyah tidak ingin ada benturan. Kalau ada hal yang belum sesuai, mari kita bicarakan dengan baik,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.