26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026

Latest Posts

Angkot “Diliburkan”, Gubernur Jabar Siapkan Kompensasi Demi Urai Macet Arus Balik Sukabumi

Wartain.com || Penanganan kepadatan lalu lintas di jalur utara Kabupaten Sukabumi saat arus balik Lebaran 2026 menjadi fokus perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Salah satu langkah yang diambil terbilang tidak biasa, yakni menghentikan sementara operasional angkutan kota (angkot) di ruas jalan utama.

Kebijakan tersebut diberlakukan untuk angkot yang melayani trayek dari Gerbang Tol Parungkuda hingga wilayah Cibadak. Sebagai bentuk pengganti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan kompensasi bagi para sopir agar tetap memperoleh pemasukan meski tidak beroperasi.

“Bagi sopir angkutan umum di jalur Kabupaten Sukabumi, dari Gerbang Tol Parungkuda sampai Cibadak, akan diberikan kompensasi. Selama tiga hari, silakan beristirahat,” ujar Dedi, Minggu (22/3/2026).

Penghentian sementara ini diterapkan pada periode puncak arus balik, yakni 23 hingga 25 Maret 2026. Setiap sopir angkot dijanjikan menerima kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari.

Menurut Dedi, kebijakan ini bertujuan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut. Ia menilai, kelancaran arus lalu lintas juga berdampak pada efisiensi konsumsi bahan bakar serta menekan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan berkepanjangan.

“Kalau arusnya lancar, bahan bakar tidak terbuang percuma karena macet. Kerugian akibat kemacetan bisa sangat besar, jadi lebih baik kita alokasikan dana untuk kompensasi. Sopir bisa beristirahat, masyarakat juga diuntungkan,” jelasnya.

Menindaklanjuti kebijakan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latief, memastikan kesiapan jajarannya dalam pelaksanaan di lapangan. Ia mengakui bahwa aktivitas angkot, seperti berhenti menunggu penumpang atau berputar arah, kerap menjadi salah satu penyebab perlambatan arus di jalur Parungkuda–Cibadak.

“Atas arahan Pak Gubernur, kami melihat kondisi di lapangan memang membutuhkan langkah ini. Angkot akan dihentikan sementara, namun sopir tetap mendapatkan penghasilan,” ujar Mubtadi.

Saat ini, pihak Dinas Perhubungan tengah melakukan pendataan terhadap sopir yang terdampak agar penyaluran kompensasi berjalan tepat sasaran.

“Para sopir yang melintas di rute tersebut sedang kami data. Nantinya mereka akan menerima Rp200 ribu per hari selama tiga hari sebagai pengganti tidak beroperasi, demi mendukung kelancaran arus balik,” tambahnya.

Dengan penerapan kebijakan ini, sejumlah titik rawan kemacetan seperti Simpang Ratu Cibadak dan kawasan pasar diharapkan dapat dilalui kendaraan dengan lebih lancar selama masa puncak arus balik Lebaran tahun ini.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.