Wartain.com || Kota Sukabumi kembali menunjukkan daya tariknya di mata dunia. Sebanyak 16 duta besar dari berbagai negara di Eropa, Asia, dan Amerika hadir dalam kegiatan Diplomatic Forum yang digelar pada Selasa, (21/4/2026).
Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya lokal yang berwawasan lingkungan kepada para delegasi internasional.
Salah satu kegiatan yang mencuri perhatian berlangsung di SMP Negeri 1 Kota Sukabumi. Di lokasi ini, para duta besar diajak langsung mencoba membuat batik ecoprint, sebuah teknik pewarnaan kain yang memanfaatkan bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tanpa bahan kimia.
Dengan penuh antusias, para dubes mengikuti setiap tahapan pembuatan ecoprint. Mereka mencetak motif dedaunan di atas kain putih, didampingi oleh para siswa yang sebelumnya telah berlatih secara intensif selama tiga minggu.
Kepala SMP Negeri 1 Kota Sukabumi, Muhammad Adhi Rohmatullah, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan budaya, tetapi juga membawa pesan penting terkait isu global.
“Baik, itu adalah presentasi anak berkenaan dengan ecoprint. Nah, dari yang pertama tentu adalah berhubungan dengan perubahan iklim atau global warming. Jadi pesan kita ingin bahwa salah satu aktivitas ataupun salah satu menangani pemanasan global ini adalah dengan adanya ecoprint yang tentu tidak menggunakan bahan kimia, tapi lebih pada menggunakan alam, bahan-bahan alam,” ujar Adhi.
Sebanyak 150 siswa dan guru terlibat dalam kegiatan ini, menjadikannya sebagai momen edukatif sekaligus kebanggaan tersendiri bagi warga sekolah. Interaksi langsung dengan para perwakilan negara sahabat memberikan pengalaman berharga yang jarang didapatkan di ruang kelas.
“Ini juga adalah pengalaman yang terbaik bagi anak-anak, khususnya bagi siswa, guru, maupun warga sekolah. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, kami dapat menyambut para duta besar,” ucapnya.
Selain praktik ecoprint, para siswa juga menampilkan beragam seni budaya khas daerah, mulai dari tari tradisional, musik arumba, angklung, gamelan, hingga permainan tradisional “main boles” atau lempar bola api.
Melalui kegiatan ini, Sukabumi tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mengangkat praktik ramah lingkungan ke panggung internasional. Para duta besar pun menyampaikan pesan kepada para siswa untuk terus mencintai budaya lokal dan meningkatkan semangat belajar.
“Tadi disampaikan para kedubes bahwa siswa tetap untuk mencintai, bangga terhadap budaya nasional kita dan mencintai Kota Sukabumi ini untuk lebih maju lagi seperti itu, dan belajar tentu lebih giat lagi,” jelasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
